Hari Puncak Eco Waste Banten Dorong Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat

Hari Puncak Eco Waste Banten Dorong Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat

Hari Puncak Eco Waste Banten Dorong Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat-Sumber : Reporter Radar banten-

INFORADAR.ID — Lebih dari 350 peserta dari desa-desa binaan Grup 1 Kopassus menghadiri Hari Puncak Eco Waste desa Berkelanjutan Provinsi Banten di Bumi Perkemahan Grup 1 Kopassus, Kota Serang, Sabtu (15/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang apresiasi sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang melibatkan masyarakat secara berkelanjutan di tingkat desa.

Kegiatan dihadiri Komandan Grup 1 Kopassus Brigjen TNI Raden Nashrul Fathurahman, M.M., M.Sc.; Wakil Komandan Grup 1 Kopassus Kolonel Inf Dhanang Agus Setiawan, S.E., M.Si.; Asisten Daerah Pembangunan, Perekonomian, dan Pengadaan Provinsi Banten Dr. M. Yusuf, S.Sos., M.Si.; Staf Ahli Pemerintahan, Politik, dan Hukum Komari, S.Pd., M.M.; Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Provinsi Banten Gunawan Rusmito, A.P., M.Si.; Kepala DLHK Provinsi Banten Dr. Wawan Gunawan, S.Sos., M.Si.; Kepala DLH Kota Serang Farach Richi, S.STP., M.Si.; serta CEO Bank Sampah Desty Eka Putri Sari.

Program Eco Waste Desa Berkelanjutan dikembangkan untuk mendorong masyarakat terlibat langsung dalam menangani persoalan sampah dan lingkungan. Program ini juga menjadi wadah bagi desa untuk mengembangkan praktik pengelolaan lingkungan sesuai dengan potensi dan kondisi masing-masing wilayah.

Hari puncak tersebut merupakan bagian akhir dari rangkaian program yang sebelumnya diikuti desa-desa peserta, mulai dari tahap persiapan hingga penilaian terhadap berbagai inovasi pengelolaan lingkungan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan penampilan seni tari dari Sanggar Nava Yuvaka. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Komandan Grup 1 Kopassus Brigjen TNI Raden Nashrul Fathurahman dan Kepala DLHK Provinsi Banten Dr. Wawan Gunawan.

Peserta juga menyaksikan pemutaran video dokumentasi yang menampilkan perjalanan desa-desa peserta sejak tahap persiapan hingga proses penilaian. Dokumentasi tersebut memperlihatkan berbagai upaya dan inovasi yang dilakukan peserta dalam mengembangkan pengelolaan lingkungan di desa masing-masing.

Selain rangkaian acara utama, panitia menghadirkan sejumlah stan pameran inovasi. Stan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk memperkenalkan produk dan inovasi kepada masyarakat serta tamu undangan, di antaranya Situpa Cantik, Rempah Kaibon, P4S Bumi Teduh, dan Sagara Warriors.

Pada agenda utama, panitia mengumumkan pemenang Lomba Eco Waste Desa Berkelanjutan Provinsi Banten. Desa Lialang meraih Juara I dengan nilai 9,0. Desa tersebut dinilai unggul dalam kesiapan kegiatan dan penerapan biopori dengan ukuran terbesar.

Juara II diraih Desa Kramatwatu dengan nilai 8,0, sedangkan Desa Beberan meraih Juara III dengan nilai 7,5. Selain penghargaan bagi para pemenang, panitia memberikan apresiasi Best Costume kepada Kampung Umbul Tengah atas kreativitas dan partisipasinya dalam kegiatan.

Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta. Agenda tersebut menjadi bentuk apresiasi panitia sekaligus menjaga antusiasme peserta hingga akhir acara.

Melalui pelibatan masyarakat, pemerintah daerah, Grup 1 Kopassus, dan berbagai pemangku kepentingan, program Eco Waste Desa Berkelanjutan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial maupun kompetisi. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat serta mendorong keberlanjutan inovasi di desa-desa peserta.

Kolaborasi tersebut juga menjadi upaya untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang dapat dimulai dari lingkungan masyarakat dan desa masing-masing.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait