Bukan Sekadar Ngopi, Ini Alasan “Ngafe Kalcer” Gen Z Terus Bertahan

Bukan Sekadar Ngopi, Ini Alasan “Ngafe Kalcer” Gen Z Terus Bertahan

“Ngafe Kalcer” Gen Z Terus Bertahan--

INFORADAR.ID - Tren ngafe dan ngeteh di kalangan anak muda ternyata bukan sekadar aktivitas membeli minuman lalu duduk berjam-jam. Kebiasaan tersebut berkembang menjadi bagian dari gaya hidup, mulai dari tempat mengerjakan tugas, bertemu teman, mencari suasana baru, hingga membuat konten untuk media sosial.

Fenomena ini semakin kuat seiring media sosial yang membuat berbagai tempat makan dan minum mudah menjadi viral. Sebuah kafe yang menawarkan menu unik, interior menarik, atau suasana nyaman dapat dengan cepat menarik perhatian setelah ramai dibagikan di platform digital.

Bagi Gen Z, pengalaman menjadi bagian penting dari aktivitas ngafe. Mereka tidak hanya mencari rasa minuman, tetapi juga suasana yang bisa mendukung aktivitas sekaligus memberikan pengalaman sosial yang berbeda.

Kebiasaan tersebut terlihat dari semakin beragamnya konsep bisnis makanan dan minuman. Pelaku industri F&B terus menghadirkan konsep baru untuk menjawab selera konsumen muda yang cepat berubah dan mudah tertarik pada sesuatu yang berbeda.

Perubahan tersebut juga membuat pusat perbelanjaan ikut beradaptasi. Mall tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat berbelanja, tetapi berkembang menjadi ruang untuk berkumpul dan menikmati berbagai pengalaman, mulai dari kuliner, hiburan, kecantikan, hingga aktivitas wellness.

BACA JUGA:Dari Pangan Desa ke FYP, Kimpul Mendadak Viral

BACA JUGA:Gen Z Mulai Lirik Profesi Blue-Collar di Tengah Ancaman AI, Gajinya Bisa Tembus Rp5 Miliar

Bagi sebagian anak muda, kafe bahkan telah berubah menjadi "ruang kerja kedua". Meja, colokan listrik, akses internet, dan suasana yang nyaman membuat kafe menjadi pilihan untuk mengerjakan tugas atau sekadar mencari tempat produktif di luar rumah.

Hal itu dirasakan Nadia Rahma, mahasiswi Ilmu Hukum Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) semester 5 asal Serang. Ia mengaku cukup sering mengerjakan tugas di kafe bersama teman-temannya karena suasananya membuat aktivitas belajar terasa lebih santai.

“Kalau ngerjain tugas di kafe itu biasanya lebih enak karena bisa sekalian diskusi sama teman. Kadang kalau di rumah malah gampang terdistraksi. Di kafe juga suasananya bikin nggak terlalu tegang,” kata Nadia.

Menurut Nadia, memilih kafe juga tidak selalu berkaitan dengan mengikuti tren media sosial. Baginya, faktor kenyamanan, harga, lokasi, dan kesempatan untuk berkumpul bersama teman justru menjadi pertimbangan utama ketika menentukan tempat.

“Biasanya lihat dulu tempatnya nyaman atau nggak, harganya sesuai kantong mahasiswa atau nggak. Kalau bisa sambil nugas dan ngobrol, itu sudah jadi nilai plus,” ujarnya.

BACA JUGA:Kenapa Gen Z Sering Bilang “Chat Aja”? Ini 5 Alasan Mereka Lebih Nyaman Texting daripada Telepon

BACA JUGA:Gajian Bukan Cuma Buat Bayar Tagihan, Ini Alasan Gen Z Suka Self-Reward Setelah Terima Gaji

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait