Bendungan Karian Surut, Kampung Lama di Lebak Muncul Lagi dan Jadi Tempat Nostalgia Warga
Bendungan Karian Surut--ANTARA FOTO/Muhammad Bagus
INFORADAR.ID - Surutnya air Bendungan Karian di Kabupaten Lebak, Banten, membuka kembali jejak kampung yang telah lama ditinggalkan. Sejumlah bekas rumah dan bangunan masjid di Desa Sukarame dan Desa Sukajaya, Kecamatan Sajira, kembali terlihat di permukaan setelah kemarau membuat muka air waduk turun sekitar 80 sentimeter dari elevasi normal.
Kemunculan bangunan lama tersebut sontak menjadi momen nostalgia bagi warga yang pernah tinggal di kawasan itu. Mereka kembali mendatangi lokasi untuk melihat sisa-sisa rumah yang sebelumnya terendam setelah kawasan permukiman dialihfungsikan menjadi bagian dari area genangan Bendungan Karian.
Dari dasar waduk yang mulai terlihat, sejumlah bangunan masih menyisakan dinding. Atap dan bentuk rumah sudah tidak lagi utuh, sementara bangunan masjid juga tampak berdiri di antara lahan yang sebelumnya tertutup air.
Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha BBWS Cidanau Ciujung Cidurian (C3) Maretha Ayu Kusumawati menjelaskan kawasan tersebut berada di ujung genangan Bendungan Karian dan termasuk wilayah hulu. Sebelum menjadi bagian dari bendungan, area tersebut merupakan permukiman yang cukup padat.
"Lokasi di ujung genangan Desa Sukarame dan Desa Sukajaya Kecamatan Sajira, sudah di area hulu, dan awalnya memang merupakan daerah permukiman padat," ujar Maretha Ayu Kusumawati, mengutip detikcom, Senin (27/7/2026).
BACA JUGA:Kabar Baik buat Pencari Kerja, Uang Saku Magang Nasional Bakal Naik Tahun Depan
BACA JUGA:Danantara Masuk KSSK, Koordinasi Kebijakan Ekonomi Nasional Kini Jadi ‘KSSK Plus’
Permukiman tersebut ditinggalkan warga pada 2023 seiring pembangunan Bendungan Karian. Meski telah dibebaskan untuk kebutuhan proyek, bangunan-bangunan yang ada di kawasan itu tidak seluruhnya dihancurkan sebelum area tersebut tergenang.
Maretha mengatakan proses yang dilakukan petugas sebelum kawasan digenangi hanya berupa pembersihan atau clearing terhadap tanaman. Karena itu, ketika permukaan air turun cukup signifikan, sisa bangunan lama kembali terlihat.
"Kondisi seluruh area genangan meski sudah dibebaskan tidak dilakukan demolish untuk seluruh bangunan yang terdampak. Adapun yang dilakukan proses clearing oleh tim konstruksi hanya tanamannya saja," ujarnya.
Fenomena ini baru terlihat cukup jelas setelah kemarau tahun ini. Kepala BBWSC3 Dedi Yudha Lesmana mengatakan kondisi ekstrem tersebut membuat bangunan yang sebelumnya hanya sesekali tampak sebagian kini dapat dilihat lebih jelas oleh warga.
"Karena kemarau ekstrem sepertinya, baru kali ini terlihat," ucap Dedi Yudha Lesmana.
BACA JUGA:Ekonomi RI Tumbuh Pesat, tetapi Ancaman PHK Masih Menghantui Ribuan Pekerja
BACA JUGA:Mundurnya Perry Warjiyo Picu Kekhawatiran, Bagaimana Nasib Rupiah dan Kepercayaan Investor?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: