Festival Film Banten Perlu Dikelola Secara Berkelanjutan dan Kolaboratif
Festival Film Banten-Istimewa-
INFORADAR.ID - Festival Film Banten (FFBAN) yang telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-10 merupakan salah satu ruang apresiasi, edukasi, dan pengembangan perfilman di Provinsi Banten. Festival ini pertama kali dirintis pada tahun 2017 oleh Kremov Pictures sebagai upaya membangun ekosistem perfilman daerah yang berkelanjutan.
Pada awal penyelenggaraannya, Festival Film Banten dilaksanakan secara mandiri dengan semangat gotong royong. Berbagai keterbatasan, terutama dalam aspek pendanaan, dihadapi dengan melibatkan relawan, komunitas, serta dukungan sponsor dan mitra.
Seiring perjalanan waktu, Festival Film Banten tumbuh menjadi agenda yang mempertemukan sineas, pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum dalam satu ruang apresiasi karya dan pengembangan kapasitas perfilman.
Selaku pendiri sekaligus Ketua Pelaksana Festival Film Banten, Darwin Mahesa menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, yang beberapa tahun ini telah menjadi mitra penting dalam penyelenggaraan festival.
"Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap Festival Film Banten selama ini. Dukungan tersebut sangat berarti bagi keberlangsungan festival. Namun perlu dipahami bahwa penyelenggaraan Festival Film Banten hingga saat ini masih mengandalkan berbagai sumber pendanaan, sponsor, serta kerja keras panitia yang sebagian besar bekerja secara sukarela demi kemajuan perfilman Banten," ujar Darwin Mahesa.
Menurut Darwin, keberlanjutan sebuah festival tidak hanya bergantung pada dukungan anggaran, tetapi juga pada tata kelola yang konsisten serta penghormatan terhadap sejarah lahirnya festival.
Oleh karena itu, Kremov Pictures sebagai perintis dan pendiri Festival Film Banten berkomitmen untuk terus menjadi penanggung jawab utama penyelenggaraan festival dengan tetap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi seluruh pemangku kepentingan.
Kremov Pictures meyakini bahwa Festival Film Banten bukanlah milik satu kelompok, melainkan milik seluruh masyarakat Banten.
Karena itu, pelibatan komunitas film, akademisi, pelaku industri kreatif, media, pemerintah, dan berbagai pihak lainnya merupakan bagian penting dalam pengembangan festival.
Namun demikian, kesinambungan sejarah dan tata kelola festival juga perlu dijaga agar penyelenggaraan tetap profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
Sejalan dengan upaya memperkuat ekosistem perfilman daerah, Kremov Pictures juga menyambut baik inisiatif Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten, Rohendi, S.Pd., M.Par., dalam mendorong pembentukan Forum Film Banten sebagai wadah pemersatu komunitas film di Provinsi Banten.
Darwin Mahesa menilai pembentukan Forum Film Banten merupakan langkah positif untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan pengembangan sumber daya perfilman di Banten.
Meski demikian, ia berpandangan bahwa Forum Film Banten dan Festival Film Banten memiliki fungsi yang berbeda.
"Forum Film Banten diharapkan menjadi rumah besar bagi seluruh komunitas film untuk berdiskusi, berkolaborasi, dan mengembangkan ekosistem perfilman. Sementara Festival Film Banten merupakan program yang telah dirintis sejak tahun 2017 oleh Kremov Pictures dan memiliki sejarah, sistem penyelenggaraan, serta tanggung jawab yang telah berjalan selama hampir satu dekade. Karena itu kami berharap Forum Film Banten dapat menjadi mitra strategis dalam penyelenggaraan Festival Film Banten, bukan menggantikan pengelolaannya," jelas Darwin.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: