Pembangkit Listrik dan Pompa Air Iran Rusak Digempur AS

Pembangkit Listrik dan Pompa Air Iran Rusak Digempur AS

Hubungan bilateral kian memanas setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan rentetan serangan udara yang menghantam Provinsi Hormozgan, Iran bagian selatan.--

INFORADAR.ID – Eskalasi ketegangan bersenjata di wilayah Timur Tengah mengalami peningkatan serius.

Sejumlah fasilitas infrastruktur vital yang meliputi pembangkit tenaga listrik serta stasiun pompa air desalinasi di wilayah kedaulatan Iran dilaporkan mengalami kerusakan parah pasca-terkena gelombang serangan udara dari militer Amerika Serikat (AS).

Media lokal Iran mengonfirmasi bahwa rentetan bombardir rudal tersebut diarahkan langsung ke titik-titik strategis di kawasan pesisir Provinsi Hormozgan, yang terletak di bagian selatan negara tersebut. 

Berdasarkan laporan resmi dari otoritas pemerintahan setempat di Hormozgan, dampak dari operasi militer udara yang dilancarkan oleh pihak AS telah memicu kelumpuhan fasilitas publik di beberapa sub-distrik.

Roket milik militer AS menghantam sistem pompa air di dermaga desa pesisir Bunji, wilayah Jask. Hancurnya fasilitas desalinasi ini memutus secara total pasokan air minum ke pemukiman-pemukiman warga sekitar.

Selain menyasar fasilitas pemenuhan hajat hidup masyarakat, operasi udara yang berlangsung selama dua malam berturut-turut tersebut juga menargetkan akses konektivitas jembatan. Akibatnya, tiga orang warga dilaporkan tewas pada Sabtu (18/7) dini hari.

Pemerintah lokal kini tengah melakukan penilaian menyeluruh (damage assessment) untuk memulihkan utilitas publik. Masyarakat diimbau keras membatasi mobilitas luar ruang demi mengantisipasi adanya potensi serangan susulan di wilayah selatan.

Aksi saling balas di palagan pertempuran kian intensif setelah sebelumnya pihak Iran juga mengklaim telah meluncurkan serangan perdana yang menyasar instalasi pangkalan militer milik Amerika Serikat yang berada di teritorial Arab Saudi. Kondisi ini membuat situasi keamanan di sepanjang Selat Hormuz berada pada level kewaspadaan tertinggi.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: