Cetak "Jawara Digital", Untirta Bekali Talenta Muda Indonesia Kemampuan AI dan Coding

Cetak

Penutup program Bina Talenta Indonesia -Humas Untirta -

INFORADAR.ID – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi menutup program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026. Sebanyak 40 peserta dari jenjang SMA, MA, dan SMK berprestasi di berbagai provinsi Indonesia telah menyelesaikan pelatihan insentif selama satu pekan.

Pada program ini, para peserta tidak hanya digembleng dengan pemahaman kemampuan Artifical Intelligence (AI) dan coding saja, mereka juga diberikan bekal berarti terkait penguatan karakter berbasis nilai lokal Banten.

Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untirta, Agus Sjafari, menjelaskan bahwa para peserta tidak hanya belajar teori di kelas, melainkan juga merasakan langsung atmosfer akademik tinggi.

"Selama satu minggu ini tentunya kami berharap adik-adik memperoleh manfaat dan pengalaman belajar yang berharga. Di samping mendapatkan materi coding dan artificial intelligence, peserta juga merasakan langsung suasana belajar dan kehidupan kampus di Untirta," ujar Agus.

BACA JUGA:Profil Aisha COC Season 3, Mahasiswi IPB dengan Segudang Prestasi dan Juara Memori Internasional

BACA JUGA:6 Ballet Sneakers yang Lagi Hits 2026, Perpaduan Gaya Feminin dan Nyaman untuk Daily Outfit

Ia berharap dengan adanya pengalaman ini bisa senantiasa memotivasi para peserta untuk bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan menjadi duta positif bagi Untirta di daerah asal.

Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir harus diimbangi dengan moral yang kokoh. Ia berpesan agar para peserta membawa pulang nilai JAWARA (Jujur, Adil, Wibawa, Amanah, Religius, dan Akuntabel) yang menjadi identitas utama Untirta.

"Selain membawa kompetensi coding dan artificial intelligence, saya berharap adik-adik juga membawa pulang nilai JAWARA. Nilai inilah yang akan menjadi fondasi karakter ketika nanti belajar, kuliah, maupun berkarya di tengah masyarakat," tegas Prof. Fatah.

Kesan mendalam dari program ini pun turut di rasakan oleh para peserta. Salah satunya, Siti Namira Said, siswa SMA 2 Halmahera Timur yang mewakili kelas AI, dirinya mengaku mengalami pertumbuhan personal yang luar biasa selama berada di kota Serang.

BACA JUGA:6 Ballet Sneakers yang Lagi Hits 2026, Perpaduan Gaya Feminin dan Nyaman untuk Daily Outfit

BACA JUGA:Kurangi Emisi Karbon, Serang Night Ride Konsisten Bangun Budaya Bersepeda Malam

"Awalnya kami kira hanya akan belajar AI. Ternyata yang paling berkembang justru diri kami sendiri. Kami belajar beradaptasi, bekerja sama, dan bertemu teman-teman dari berbagai daerah dengan latar belakang budaya dan cara berpikir yang berbeda," ungkap Namira haru.

Hal serupa juga dirasakan oleh Aditya Ahmad dari MAN Insan Cendikia Serpong yang turut mewakili kelas Coding. Bagi Aditya, BTI 2026 merupakan ruang sukses kolaborasi lintas budaya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: