Eks Wamen Ditangkap Korupsi, Rp191 M Ditemukan di Gorong-Gorong Rumah

Eks Wamen Ditangkap Korupsi, Rp191 M Ditemukan di Gorong-Gorong Rumah

Sebuah temuan mencengangkan kembali terungkap dari pusaran kasus korupsi di Irak! --

INFORADAR.ID – Otoritas penegak hukum Irak kembali mengungkap fakta mengejutkan dalam operasi penuntasan kasus korupsi sektor energi skala masif.

Tim penyidik dilaporkan berhasil menemukan uang tunai sebesar 14 miliar dinar Irak atau setara dengan US$10,7 juta (kurang lebih Rp191,53 miliar).

Uniknya, tumpukan uang dalam jumlah besar tersebut sengaja disembunyikan di dalam gorong-gorong saluran drainase air hujan di area rumah tersangka.

Aset ilegal tersebut diketahui milik mantan Wakil Menteri Perminyakan Bidang Urusan Penyulingan Irak, Adnan Al Jumaili.

Berdasarkan rilis resmi dari Dewan Yudisial Tertinggi Irak, penggerebekan dan pelacakan aliran dana ini merupakan bagian dari pengembangan penyidikan terhadap proyek-proyek strategis kilang minyak yang pernah dikelola oleh Al Jumaili beserta jaringan koleganya.

Menurut pemberitaan dari media lokal, seorang hakim investigasi di Pengadilan Kriminal Anti-Korupsi Pusat menegaskan bahwa proses pencarian barang bukti masih berjalan ketat untuk membongkar keterlibatan aktor-aktor lainnya.

Kasus yang menjerat Al Jumaili ini menjadi salah satu target utama dari agenda bersih-bersih birokrasi yang diinisiasi oleh Perdana Menteri Ali Al Zaidi sejak memimpin pemerintahan pada Mei lalu.

Penemuan di saluran air ini melengkapi rincian penggeledahan yang dilakukan aparat beberapa hari sebelumnya di kediaman Al Jumaili yang terletak di kota Tikrit.

Pada operasi terdahulu, petugas dibuat terbelalak dengan temuan uang tunai senilai 25 bahari dinar Irak, US$1 juta (sekitar Rp17,9 miliar), serta logam mulia berupa perhiasan emas seberat lima kilogram yang dimasukkan ke dalam botol-botol air mineral.

Hingga saat ini, akumulasi nilai sitaan yang berhasil diamankan dari tangan mantan pejabat tinggi tersebut telah menyentuh angka yang sangat besar, yakni 127 miliar dinar Irak dan uang tunai simpanan sebesar US$24 juta (setara Rp429,6 miliar).

Jumlah itu belum termasuk puluhan aset tidak bergerak berupa 40 properti mewah yang tersebar di wilayah Baghdad, Salaheddin, hingga Erbil, serta deretan kendaraan roda empat dan persediaan senjata api rahasia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: