Makin Banyak Anak Muda Tak Mau Menikah, Bukan Soal Ekonomi
Angka Pernikahan di Indonesia Menurun. --
INFORADAR.ID – Keputusan untuk melangkah ke jenjang pernikahan kini tidak lagi menjadi prioritas utama atau cita-cita mutlak bagi generasi muda.
Fenomena perubahan sosial ini tidak hanya bersifat personal atau emosional akibat patah hati, melainkan telah menjelma sebagai tren demografis global yang nyata.
Data statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada jumlah orang dewasa yang memilih untuk mempertahankan status lajang mereka dalam jangka panjang.
Melansir laporan Pew Research Center yang dikutip CNBC Indonesia, lonjakan status lajang di Amerika Serikat pada tahun 2021 menorehkan rekor baru sebesar 25% di kalangan orang dewasa berusia 40 tahun yang belum pernah menikah.
Angka ini mengalami kenaikan drastis jika dibandingkan dengan data tahun 1980 yang hanya berada di kisaran 6%. Kenaikan usia rata-rata masyarakat yang memutuskan tidak menikah ini membuktikan bahwa bagi generasi masa kini, kemampuan untuk bertahan hidup dan berkembang di tengah masyarakat tidak lagi bergantung pada status pernikahan legal.
Banyak generasi Milenial dan Gen Z tumbuh dengan menyaksikan kegagalan pernikahan generasi Baby Boomer. Konflik rumah tangga yang berlarut-larut hingga proses perceraian di pengadilan yang mereka saksikan di masa kecil justru bertindak sebagai peringatan keras (warning) untuk menghindari komitmen serupa demi mencegah trauma berulang.
Ketidakstabilan ekonomi modern mengubah definisi "siap menikah". Pasangan muda saat ini merasa harus memenuhi target pendapatan yang tinggi atau mampu memiliki aset properti mandiri terlebih dahulu sebuah pencapaian yang kian sulit diraih di tengah inflasi tinggi saat ini.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: