Bukan Lagi Latsarmil, Kemhan Ubah Program Jadi Pelatihan Bela Negara dan Manajerial

Bukan Lagi Latsarmil, Kemhan Ubah Program Jadi Pelatihan Bela Negara dan Manajerial

Kemhan Ubah Program Jadi Pelatihan Bela Negara--

INFORADAR.ID – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) tidak lagi digunakan dalam pembinaan masyarakat sipil. Sebagai gantinya, pemerintah akan menghadirkan program pelatihan yang berfokus pada penguatan bela negara sekaligus pengembangan kemampuan manajerial.

Perubahan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penyesuaian konsep pembinaan sumber daya manusia agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Program baru itu tidak hanya menanamkan semangat cinta Tanah Air, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, menegaskan istilah Latihan Dasar Militer sudah tidak lagi digunakan dalam program tersebut.

"Tidak ada lagi istilah latsarmil. Yang ada adalah pelatihan bela negara dan pelatihan manajerial," kata Frega.

Menurut Frega, pelatihan bela negara bukan dimaksudkan untuk mencetak masyarakat sipil menjadi prajurit. Program tersebut lebih diarahkan untuk membangun karakter, kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, hingga kemampuan bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan.

BACA JUGA:KAI Catat 987.851 Tiket Diskon Libur Sekolah Telah Dipesan

BACA JUGA:Masjid At-Taawun Kampung Sewor Resmi Berdiri, Dokumen Legalitas Diserahkan ke Ketua DKM

Ia menjelaskan bahwa materi yang diberikan akan disesuaikan dengan kebutuhan peserta. Selain wawasan kebangsaan, pelatihan juga akan mencakup pengembangan keterampilan manajerial yang dapat diterapkan dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan bermasyarakat.

"Yang dibangun adalah karakter, disiplin, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial. Jadi jangan dipersepsikan sebagai latihan militer untuk masyarakat sipil," ujar Frega.

Kemhan juga menekankan bahwa perubahan nama tersebut sekaligus bertujuan menghindari kesalahpahaman publik mengenai substansi program. Selama ini, istilah latihan dasar militer kerap memunculkan anggapan bahwa peserta akan menjalani pendidikan layaknya calon prajurit.

Melalui konsep baru ini, pemerintah berharap masyarakat memiliki pemahaman yang lebih utuh mengenai pentingnya bela negara. Nilai tersebut dinilai tidak selalu diwujudkan melalui latihan fisik, melainkan juga melalui sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap bangsa.

Selain memperkuat karakter, kemampuan manajerial dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Karena itu, pelatihan akan dikemas agar lebih aplikatif dan bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA:Puluhan Calon Pekerja Migran di Serang dan Tangerang Laporkan Dugaan Penipuan LPK, Kerugian Capai Rp500 Juta

BACA JUGA:Gelombang Panas Eropa Makin Ganas, Ribuan Orang Meninggal dan Aktivitas Warga Lumpuh

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: