Mencari Makna di Balik Fenomena Perasaan Hampa Masyarakat Modern
Ilustrasi menjaga kesehatan-Samsung UK-
INFORADAR.ID — Fenomena psikologis yang dikenal dengan perasaan hampa atau kosong kini semakin banyak dialami oleh masyarakat perkotaan.
Banyak individu yang secara materi dan karir terlihat mapan, namun tetap merasakan ada sesuatu yang hilang dalam hidup mereka.
Kondisi ini memicu berbagai diskusi di kalangan psikolog mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada kesehatan mental masyarakat modern saat ini.
Para ahli menyebutkan bahwa perasaan seperti ada yang kurang biasanya berakar dari ketidakselarasan antara aktivitas sehari-hari dengan nilai hidup yang esensial.
BACA JUGA:Cara Minum Cuka Apel untuk Diet agar Hasilnya Maksimal
BACA JUGA:Mengenal Cortisol Face, Wajah yang Membengkak Akibat Stres
Tekanan untuk selalu produktif dan mencapai standar kesuksesan finansial sering kali membuat orang mengabaikan kebutuhan emosional mereka sendiri.
Akibatnya, rutinitas yang padat hanya menghasilkan pencapaian di atas kertas tanpa memberikan kepuasan batin yang mendalam.
Selain faktor internal, paparan media sosial juga dituding sebagai salah satu pemicu utama meningkatnya perasaan hampa ini.
Setiap hari masyarakat disajikan dengan potongan kehidupan orang lain yang tampak sempurna, penuh kemewahan, dan kebahagiaan.
BACA JUGA:Sering Ada di Makanan Kemasan, Pengawet Ini Dapat Sebabkan Risiko Hipertensi dan Penyakit Jantung
Hal ini secara tidak sadar menciptakan standar kebahagiaan yang semu dan membuat seseorang terus membandingkan dirinya dengan orang lain.
Rasa hampa ini juga sering kali muncul ketika seseorang kehilangan koneksi sosial yang bermakna di dunia nyata.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: