Krisis Meritokrasi Pegawai Kurang Kompeten Lebih Cepat Naik Jabatan
Pekerjaan-Kinnet inovatif staffing-
INFORADAR.ID- Sebuah fenomena yang cukup meresahkan belu-lama ini kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pekerja kantoran maupun instansi publik.
Banyak karyawan yang mengeluhkan mengapa rekan kerja mereka yang dinilai kurang kompeten justru memiliki jalur karier yang sangat mulus dan cepat naik jabatan.
Fenomena ini memicu perdebatan mengenai efektivitas sistem penilaian kinerja yang diterapkan oleh banyak organisasi saat ini.
Para ahli manajemen sumber daya manusia menyebutkan bahwa salah satu alasan utama di balik fenomena ini adalah tingginya tingkat kecerdasan emosional dan kemampuan berpolitik di tempat kerja.
BACA JUGA:Terlalu Overprotektif? Kenali Bahaya Helicopter Parenting pada Tumbuh Kembang Anak
BACA JUGA:Bukan Cuma Gaji Besar, Ini Alasan Utama Gen Z Rela Resign Demi Pekerjaan Fleksibel dan WFA
Pegawai yang dianggap kurang kompeten dalam hal teknis sering kali memiliki kemampuan interpersonal yang sangat baik.
Mereka tahu cara mendekati atasan, membangun jaringan yang kuat, dan selalu hadir dalam momen-momen krusial untuk mencuri perhatian manajemen.
Selain kemampuan interpersonal, ada sebuah teori psikologi yang dikenal sebagai Efek Dunning-Kruger.
Teori ini menjelaskan bahwa orang yang kurang kompeten cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri yang sangat tinggi karena mereka tidak menyadari keterbatasan mereka sendiri.
BACA JUGA:4 Profesi Paling Dicari dengan Gaji Tinggi dan Stres Minim, Pekerjaan Impianmu!
BACA JUGA:Bukan Cuma Gaji Besar, Ini Alasan Utama Gen Z Rela Resign Demi Pekerjaan Fleksibel dan WFA
Kepercayaan diri yang berlebihan ini sering kali disalahartikan oleh pihak manajemen sebagai tanda kemampuan kepemimpinan dan kesiapan untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar.
Di sisi lain, karyawan yang benar-benar kompeten sering kali terjebak dalam sindrom kepalsuan atau impostor syndrome.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: