Tren Darecations 2026: Saat Gen Z Pilih Liburan Ekstrem demi Pengalaman dan Adrenalin
Gen Z lebih memilih liburan yang memicu adrenalin ketimbang nongkrong di resto atau menginap di resort-Foto oleh william87 di Getty Images-
INFORADAR.ID - Liburan kini tidak lagi identik dengan bersantai di tepi pantai atau menghabiskan waktu di resort mewah. Di kalangan Generasi Z dan milenial, tren perjalanan mulai bergeser ke arah yang lebih menantang dan memacu adrenalin.
Fenomena ini dikenal dengan istilah darecations, yaitu konsep liburan yang menggabungkan petualangan ekstrem dengan tantangan fisik. Alih-alih mencari kenyamanan, para pelancong justru sengaja memilih aktivitas yang menguji batas kemampuan tubuh mereka.
Popularitas tren ini terus meningkat sepanjang 2026. Data Pinterest mencatat pencarian terkait darecations melonjak hingga 75 persen, didominasi oleh pengguna dari kalangan Gen Z dan milenial.
Tak hanya itu, penyedia asuransi perjalanan olahraga SportsCover Direct juga melaporkan peningkatan pengajuan asuransi hingga 182 persen dalam dua tahun terakhir. Aktivitas seperti trail running, trekking, pendakian gunung, hingga maraton menjadi pilihan favorit.
Bagi banyak anak muda, pengalaman yang didapat selama perjalanan kini lebih penting dibanding kemewahan fasilitas. Mereka rela mengeluarkan biaya lebih untuk pulang dengan cerita unik dan pengalaman yang tak terlupakan.
BACA JUGA:Wacana Tarif Transjakarta Bodetabek Naik, Pemda Jabar dan Banten Didesak Ikut Patungan Subsidi
BACA JUGA:Catatan dari Den Haag: Mengamati Dua Wajah Ruang Publik antara Belanda dan Indonesia
Psikolog olahraga, Dr. Josephine Perry, menilai tren ini muncul karena sebagian orang mulai merasa jenuh dengan rutinitas olahraga yang terlalu berorientasi pada angka dan performa.
Menurutnya, daya tarik utama maraton ekstrem atau lari lintas alam bukan terletak pada catatan waktu, melainkan pengalaman selama perjalanan.
"Keuntungan tertinggi pada akhirnya bukan metrik yang terkait dengan kecepatan: ini tentang seberapa keren rutenya, apa yang Anda lihat di sepanjang rute, serta cerita dan petualangan yang Anda bawa pulang," ujar Dr. Josephine Perry.
Pendiri biro perjalanan petualangan Adventure Alternative, Gavin Bate, juga melihat meningkatnya minat terhadap aktivitas ekstrem sebagai bentuk pelarian positif untuk menjaga kesehatan mental.
Ia menyebut semakin banyak orang memanfaatkan kegiatan luar ruangan sebagai cara untuk melepaskan diri dari tekanan kehidupan sehari-hari dan kembali terhubung dengan alam.
BACA JUGA:Paddle Board dan Snorkeling di Carita Viral di Kalangan Gen Z, Tidak Perlu Nyebrang Pulau
BACA JUGA:Viral Kampung Mongol di Banten, Wisata Ala Mongolia Ini Cuma 2,5 Jam dari Jakarta
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: