Wakili Pemuda Lebak di Kancah Internasional, Hasan Munadi Suarakan Isu Sampah di Malaysia

Wakili Pemuda Lebak di Kancah Internasional, Hasan Munadi Suarakan Isu Sampah di Malaysia

Hasan Munadi, pemuda asal Lebak, sukses menembus seleksi ketat internasional--

INFORADAR.ID – Pemuda asal Kabupaten Lebak kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional melalui keterlibatan aktif dalam isu pembangunan berkelanjutan dunia.

Hasan Munadi, seorang mahasiswa berprestasi dari UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten asal Lebak, sukses terpilih menjadi delegasi resmi dalam ajang bergengsi ASEAN SDGs Future Leader Summit.

‎Program pengembangan kepemimpinan internasional yang digagas oleh Changemaker Indonesia di Malaysia ini bertujuan melatih generasi muda memperluas wawasan global demi menyongsong agenda Sustainable Development Goals (SDGs) hingga tahun 2030.

Langkah Hasan didasari motivasi kuat untuk keluar dari zona nyaman dan menguji kemampuan dirinya di forum regional Asia Tenggara.

‎"Ingin menambah experience yang lebih menantang lagi, tentunya ikut serta di forum internasional," ungkap Hasan Munadi 

‎Perjalanan Hasan untuk bisa menginjakkan kaki di Malaysia tidaklah mudah. Ia harus melewati rangkaian seleksi ketat berupa administrasi, wawancara mendalam, hingga pemaparan solusi konkret mengenai isu SDGs secara tertulis maupun lisan.

Dari total sekitar 250 pendaftar di tahap awal, panitia hanya meloloskan 20 peserta terbaik berdasarkan data resmi dalam modul kegiatan.

‎Dalam forum tersebut, Hasan memilih fokus pada SDGs poin 11, yaitu Sustainable Cities and Communities. Secara spesifik, ia menyoroti problematika pengelolaan sampah domestik yang masih menjadi momok lingkungan di negara berkembang.

‎"Isu yang saya ambil itu di SDGs 11 tentang Sustainable Cities and Communities, dan saya memfokuskan di pengelolaan sampah, kenapa ngambil itu menurut saya pribadi permasalahan sampah dari dulu sampai sekarang itu belum bisa terselesaikan. Masih banyak sampah-sampah yang tidak terorganisir kemudian mencemari lingkungan," jelas Hasan 

‎Selama acara berlangsung, momen paling berkesan bagi Hasan adalah sesi Focus Group Discussion (FGD) maraton pada hari ketiga. Di sini, seluruh delegasi dituntut beradu argumen dan menyusun draf resolusi bersama. Forum regional ini mengharuskan setiap peserta menguasai bahasa internasional secara aktif.

‎"Tantangan pertama mungkin kita harus benar-benar menguasai bahasa Inggris yang mana hampir semua peserta delegasi menggunakan bahasa tersebut," tutur Hasan 

‎Meski menghadapi tantangan bahasa, Hasan bersyukur karena perbedaan latar belakang peserta membuat diskusi studi kasus terasa jauh lebih hidup. Pengalaman ini pun menjadi pemantik semangat baru baginya untuk terus belajar bahasa asing setibanya di tanah air.

‎Hasan menjelaskan bahwa setelah forum ini selesai, Changemaker Indonesia akan menggelar aksi lanjutan bertajuk Changemaker Youth Social Action.

Melalui program ini, para alumni didelegasikan untuk terjun langsung ke masyarakat guna mengimplementasikan hasil diskusi di Malaysia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: