Pemula Wajib Tahu! Jangan Mulai Latihan Marathon Tanpa Strength Training
Strength training--Pinterest/ Jane Huggins
INFORADAR.ID - Belakangan ini, olahraga lari marathon semakin digemari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga pekerja kantoran. Banyak orang tertarik mengikuti ajang lari 5K, 10K, hingga half marathon karena dianggap menyehatkan sekaligus menjadi gaya hidup baru. Namun, tidak sedikit pemula yang langsung fokus pada latihan lari tanpa memperhatikan latihan kekuatan atau strength training.
Padahal, strength training memiliki peran penting dalam menunjang performa dan mencegah cedera saat berlari jarak jauh. Latihan ini membantu memperkuat otot kaki, pinggul, hingga core agar tubuh lebih stabil saat berlari.
Pelatih olahraga sekaligus pecinta marathon, Andi Pratama, mengatakan bahwa banyak pelari pemula mengalami cedera karena tubuh belum siap menerima beban latihan lari yang terlalu intens.
“Banyak yang semangat langsung latihan lari setiap hari, tapi lupa memperkuat otot penunjangnya. Akibatnya lutut sakit, betis tegang, bahkan cedera engkel,” ujarnya.
Menurutnya, strength training tidak harus dilakukan di gym dengan alat berat. Pemula bisa memulai dari gerakan sederhana seperti squat, lunges, plank, hingga calf raise yang dilakukan secara rutin.
BACA JUGA:Inter Miami Menang Dramatis 6-4, Cedera Messi Jadi Sorotan di Tengah Hujan Gol
BACA JUGA:Lari Aspal vs Treadmill: Mana yang Lebih Sehat untuk Tubuh?
Selain membantu mencegah cedera, latihan kekuatan juga membuat tubuh lebih efisien saat berlari. Otot yang kuat mampu menopang tubuh lebih baik sehingga pelari tidak cepat lelah dan postur tubuh tetap stabil selama berlari dalam jarak jauh.
Beberapa pelari juga mengaku merasakan peningkatan performa setelah rutin melakukan strength training. Mereka menjadi lebih kuat saat menanjak, napas lebih teratur, dan risiko nyeri setelah latihan berkurang.
Tidak hanya itu, pemanasan dan pendinginan juga menjadi hal penting yang sering diabaikan pemula. Banyak orang langsung berlari tanpa peregangan sehingga otot menjadi kaku dan rentan cedera.
Bagi pemula yang ingin memulai latihan marathon, para pelatih menyarankan untuk menyusun jadwal latihan yang seimbang antara lari, istirahat, dan strength training. Dengan persiapan yang tepat, latihan marathon tidak hanya meningkatkan stamina, tetapi juga membuat tubuh tetap sehat dan terhindar dari cedera jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
