Disway Award

Panduan Lengkap Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Jadwal, Sejarah, serta Bacaan Niat

Panduan Lengkap Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026: Jadwal, Sejarah, serta Bacaan Niat

Jelang tibanya Hari Raya Idul Adha 2026, yuk persiapkan diri meraih limpahan berkah!--

INFORADAR.ID - Menjelang tibanya momentum Hari Raya Idul Adha 2026, umat Islam di seluruh penjuru dunia mulai meningkatkan kesiapan diri untuk menyambut bulan suci Dzulhijjah 1447 Hijriah. Salah satu upaya optimal untuk mengumpulkan limpahan pahala dan keberkahan di bulan mulia ini adalah dengan memperbanyak amalan ibadah sunnah. Di antara sekian banyak amalan, puasa Tarwiyah dan puasa Arafah menjadi dua ibadah yang paling dianjurkan karena memiliki keutamaan spiritual yang sangat besar.

Kedua puasa sunnah ini dilaksanakan pada waktu yang berbeda di dalam kalender penanggalan Islam, tepat beberapa hari sebelum hari penyembelihan hewan kurban. Pada tahun 2026, pelaksanaan puasa Tarwiyah ditetapkan jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah 1447 H. Sementara itu, puasa Arafah ditunaikan keesokan harinya, yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah 1447 H atau persis satu hari sebelum perayaan Idul Adha.

Istilah kata Tarwiyah yang melekat pada hari ke-8 di bulan Dzulhijjah tersebut memiliki latar belakang sejarah yang erat kaitannya dengan aktivitas manasik jemaah haji di masa lampau. Penamaan ini merujuk pada kebiasaan para pencari takwa yang sedang menunaikan ibadah haji untuk mengisi dan mengumpulkan persediaan air Zamzam dalam jumlah yang banyak.

Persediaan air tersebut dikumpulkan sebagai bekal krusial sebelum mereka melakukan perjalanan panjang menuju kawasan Padang Arafah dan Mina. Air yang dibawa tidak hanya difungsikan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pribadi para jemaah selama berada di tempat gersang, melainkan juga dimanfaatkan untuk memberi minum hewan-hewan tunggangan mereka sepanjang rute perjalanan ibadah suci.

Pelaksanaan puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah dinilai sebagai amalan pembuka yang sangat baik. Secara teknis, tata cara pelaksanaan puasa ini serupa dengan ibadah puasa sunnah pada umumnya, yakni dengan menahan diri secara sadar dari segala hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar shadiq hingga terbenamnya matahari di ufuk barat. Karakteristik pembeda utama dari ibadah ini hanyalah terletak pada ketetapan hari pelaksanaannya yang mengikat. Jika ditunaikan di luar tanggal tersebut, maka ibadah tersebut tidak lagi dikategorikan sebagai puasa Tarwiyah.

Untuk memantapkan rukun ibadah, berikut adalah bacaan lafal niat puasa Tarwiyah dalam transliterasi Latin beserta artinya:

“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta'aalaa.”

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah hari Tarwiyah karena Allah Ta'ala.”

Satu hari setelah hari Tarwiyah, umat Islam memasuki momentum puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah. Waktu pelaksanaan puasa ini bertepatan langsung dengan prosesi sakral wukuf yang sedang dijalani oleh jutaan jemaah haji di Padang Arafah, yang merupakan rukun haji paling utama. Pada hari tersebut, para jemaah berkumpul dengan pakaian ihram putih sebagai lambang persamaan derajat, ketundukan, serta ketaatan mutlak kepada Allah SWT.

Bagi umat Muslim yang sedang tidak menjalankan ibadah haji di tanah suci, mengerjakan puasa Arafah ini sangat disunnahkan karena menjanjikan fadhilah atau keutamaan yang luar biasa. Ganjaran bagi orang yang berpuasa dengan ikhlas pada hari tersebut adalah mendapatkan pengampunan atas dosa-dosa kecil yang pernah diperbuat selama satu tahun yang lalu, sekaligus perlindungan dosa untuk satu tahun yang akan datang.

Adapun bacaan lafal niat yang dapat dilafalkan pada malam hari sebelum memulai puasa Arafah adalah sebagai berikut:

“Nawaitu shauma ‘arafata sunnatal lillaahi ta'aalaa.”

Artinya: “Saya niat berpuasa sunnah hari Arafah karena Allah Ta'ala.”

Melalui pemahaman yang komprehensif mengenai jadwal, latar belakang sejarah, serta kesiapan niat di atas, umat Islam diharapkan dapat menyusun agenda ibadah harian dengan lebih matang. Semoga rangkaian puasa sunnah yang dijalankan pada bulan Dzulhijjah tahun ini berjalan lancar serta diterima sebagai amal saleh terbaik yang membawa keberkahan hidup bagi setiap muslim yang mengamalkannya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: