Disway Award

ITZY Kembali Guncang Industri Musik Lewat Album Mini Motto

ITZY Kembali Guncang Industri Musik Lewat Album Mini Motto

Potret member ITZY.--Instagram @itzy.all.in.us

INFORADAR.ID - Dunia musik K-pop kembali bergeliat setelah girl group papan atas asuhan JYP Entertainment, ITZY, resmi merilis album mini ke-12 mereka yang bertajuk Motto pada Senin, 18 Mei 2026.

Kehadiran karya terbaru ini langsung memicu gelombang antusiasme tinggi di kalangan penggemar (MIDZY). Album ini hadir sebagai sebuah lompatan artistik yang tidak hanya mengandalkan kekuatan harmoni kelompok, tetapi juga memberikan panggung besar bagi warna personal masing-masing anggotanya.

Lagu utama yang juga berjudul "Motto" tampil memukau sebagai sebuah lagu kebangsaan pop (pop anthem) yang penuh energi. Karakter musiknya yang dinamis dibalut dengan visual video musik yang sangat eksperimental.

BACA JUGA:Deretan Idol K-Pop yang Comeback Akting di Drama Korea Mei 2026

BACA JUGA:Sutradara Spider-Man Sam Raimi Kembali ke Genre Horor, Garap Remake Film Boneka Jahat Magic

JYP Entertainment kali ini memilih konsep estetika visual yang segar dengan memadukan seni animasi kreatif, dekorasi berkonsep potongan kertas (paper cut out) yang detail, serta latar kastel berwarna pastel yang megah. Melalui klip tersebut, Yeji, Lia, Ryujin, Chaeryeong, dan Yuna berhasil memamerkan koreografi tajam nan sinkron yang selama ini menjadi keunggulan utama mereka di atas panggung.

Di samping lagu utama, kekuatan narasi album ini terletak pada keberanian ITZY mengeksplorasi fleksibilitas musikal lewat kumpulan lagu solo dari setiap member. Proyek solo ini sebenarnya telah diperkenalkan terlebih dahulu di hadapan para penggemar selama rangkaian tur dunia mereka yang bertajuk Tunnel Vision.

Langkah merilis versi rekaman studio ini menjadi jawaban atas kerinduan fans yang ingin menikmati performa individual para anggota secara lebih intim dan profesional. Setiap trek solo dirancang secara spesifik untuk mewakili karakteristik vokal dan aura personal para personel.

BACA JUGA:Vanesha Prescilla Debut Jadi Vokalis Band Alternative Pop/Rock Lewat The Midnight Darlings

BACA JUGA:Tampil Bold di Gold Gala 2026, No Na Tegaskan Eksistensi di Panggung Internasional

Yeji, membawakan lagu Pocket yang bernuansa garang dan bertenaga besar, melanjutkan kesuksesan energi dari trek solo terdahulunya. Sementara itu, Lia yang memegang posisi vokalis utama menyuguhkan untaian emosi mendalam lewat lagu Asylum, sebuah lantunan yang menonjolkan kelembutan warna suaranya yang menenangkan.

Eksperimen musikal yang lebih berani dapat didengar melalui kontribusi Ryujin dalam lagu LOOK. Lagu ini didominasi oleh dentuman bas yang berat, arsitektur produksi musik yang glitchy, serta sisipan hook bergaya vogue yang sangat modis.

Di sisi lain, Chaeryeong membawa angin nostalgia lewat lagu Undefined yang ceria dengan mengawinkan ketukan ritmis dan instrumen tiup logam (brass), membangkitkan memori kejayaan musik K-pop generasi kedua. Album ini ditutup manis oleh Yuna lewat Tangerine, sebuah lagu bergenre city pop impian yang dipenuhi sintesiser cerah, menyatu sempurna dengan vokal yang menyegarkan.

BACA JUGA:aespa Gandeng G-DRAGON, Comeback “WDA” Buka Era Baru Album LEMONADE

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: