Wujudkan Impian Study Abroad, Duta Kampus UIN Banten Lolos Kukerta Internasional ke Thailand
simak perjuangan inspiratif mahasiswi FUDA yang juga mengemban amanah sebagai Duta Kampus ini! --
INFORADAR.ID - Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Siti Muliya Septiani Turaedi, mahasiswi aktif dari Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IQT) FUDA, secara resmi dinyatakan lolos untuk mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Internasional ke Thailand pada tahun 2026.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa rumpun keagamaan dan humaniora memiliki daya saing yang kuat di ranah global. Melalui program pengabdian lintas negara ini, Muliya yang kebetulan juga mengemban amanah sebagai Duta Kampus UIN SMH Banten 2025, siap membawa misi pendidikan dan mengharumkan nama almamaternya di Asia Tenggara.
Langkah Muliya untuk bisa mengamankan tiket menuju Negeri Gajah Putih dilewati melalui proses seleksi yang sangat kompetitif. Sejak pendaftaran dibuka pada akhir Maret hingga April, persaingan sengit sudah dimulai di internal Fakultas Ushuluddin dan Adab. Dari total 13 pendaftar dari berbagai jurusan di FUDA, kuota delegasi yang disediakan pihak fakultas hanya untuk dua orang saja.
Setelah berhasil terpilih menjadi satu dari dua perwakilan resmi FUDA, Muliya harus melanjutkan perjuangannya ke tingkat universitas untuk diseleksi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Proses menunggu pengumuman final ini diakui sempat membuatnya dilanda kecemasan yang luar biasa.
Namun, air mata kecemasan itu berubah menjadi air mata kebahagiaan saat namanya resmi tercantum dalam surat keputusan.
"Pertama kali lihat surat Keputusan saya langsung menangis bahagia, karena ini adalah salah satu wish list saya bisa kukerta tingkat internasional," jelas Siti Muliya Septiani Turaedi
Motivasi terbesarnya mengikuti program ini adalah dorongan kuat untuk merasakan pengalaman study abroad demi memperluas cakrawala berpikir. Ia terinspirasi oleh jejak para kakak tingkat terdahulu di FUDA yang dinilainya luar biasa karena mampu mengabdi di luar negeri, sehingga ia bertekad untuk menyusul pencapaian tersebut agar bisa memberikan dampak yang lebih luas.
Sebagai mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Muliya dituntut tidak hanya menguasai materi keislaman tetapi juga kompetensi bahasa. Tantangan administrasi sempat menguji langkahnya ketika sertifikat TOAFL resmi dari kampus belum keluar saat tenggat pendaftaran.
Memanfaatkan inisiatif yang tanggap, ia berkonsultasi dengan Wakil Dekan III FUDA untuk melampirkan sertifikat pelatihan dari Kampung Inggris, Pare, sebagai dokumen pengganti sementara.
Ujian sesungguhnya terjadi pada tahapan wawancara, baik di tingkat fakultas maupun universitas. Mengingat ini adalah program internasional, seluruh proses wawancara dijalankan secara penuh dengan metode dua bahasa (bilingual).
Meskipun total pendaftar ke Thailand dari universitas pas dengan kuota empat orang, pihak LP2M tetap melakukan seleksi ketat tanpa kompromi untuk memastikan kelayakan materi dan mental para peserta.
Melihat latar belakang negara Thailand melalui riset mandiri, Muliya menemukan fakta bahwa kemampuan berbahasa Arab dan Inggris masyarakat di sana masih perlu ditingkatkan. Menyelaraskan dengan disiplin ilmu yang ia pelajari di Fakultas Ushuluddin dan Adab, ia merancang program kerja bertajuk Fun Arabic and English Learning.
"Disini saya akan mengajarkan sambil dengan fun game. Karena ketika saya belajar di Pare, metode itu ada dan itu sangat membantu murid agar lebih semangat dalam belajar. Biar nggak terlalu serius dan boring," tutur Muliya
Guna mematangkan program tersebut, saat ini Muliya aktif melakukan persiapan mandiri, mulai dari melatih kelancaran pelafalan (pronunciation) bahasa asing secara konsisten hingga berencana mengambil kelas bahasa tambahan demi memaksimalkan pengabdiannya nanti.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
