Kenalkan Dunia Data Sejak Dini, Ita Hardianti Bekali Siswa SMAN 1 Petir Pemahaman Dasar Machine Learning
Bersama Ibu Ita Hardianti, S.T., MIR., siswa SMAN 1 Petir diajak membedah rahasia di balik algoritma Instagram dan TikTok yang kita pakai tiap hari.--
INFORADAR.ID - Di tengah pesatnya perkembangan era digital, pemahaman mengenai Kecerdasan Buatan atau Machine Learning bukan lagi konsumsi praktisi IT semata, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar literasi bagi generasi muda.
Menyadari hal tersebut, Ita Hardianti, S.T., MIR. hadir sebagai pemateri dalam kegiatan pengabdian masyarakat di SMAN 1 Petir, Serang, Banten, untuk memberikan wawasan mendalam mengenai bagaimana komputer dapat belajar dari data.
Kegiatan ini secara khusus menyasar para siswa SMA sebagai representasi generasi yang tumbuh besar dalam ekosistem digital. Menurut Ita, waktu yang paling tepat untuk mulai memahami teknologi ini adalah saat duduk di bangku sekolah menengah, di mana siswa sudah aktif merasakan dampak digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat menggunakan media sosial atau berbelanja di e-commerce.
Salah satu tantangan terbesar dalam mengajarkan Machine Learning kepada pemula adalah konsepnya yang sering dianggap abstrak dan rumit. Untuk mengatasi hal tersebut, Ita Hardianti menggunakan pendekatan penyampaian yang bertahap, mulai dari konsep sederhana hingga visualisasi interaktif.
Ia memberikan contoh nyata yang ditemui siswa di Instagram atau TikTok, di mana algoritma bekerja melalui data like, pencarian, hingga komentar pengguna.
"Machine Learning adalah cara membuat komputer bisa 'belajar dari data' tanpa harus diprogram secara detail untuk setiap tugas," jelas Ita Hardianti, S.T., MIR.
Ia menegaskan bahwa dengan menyederhanakan algoritma menggunakan analogi kehidupan sehari-hari, peserta yang awalnya merasa asing dengan istilah-istilah teknologi dapat mencerna konsep tersebut dengan lebih mudah.
Selain teori, peserta juga diperkenalkan dengan alat kerja nyata yang digunakan dalam industri data. Ita membimbing siswa untuk mengenal bahasa pemrograman Python serta menggunakan Google Colab sebagai platform untuk menjalankan kode secara praktis.
Langkah ini diambil agar siswa tidak hanya paham secara konsep, tetapi juga memiliki pengalaman langsung (hands-on) dalam mengolah data.
Ita Hardianti mengakui bahwa kendala umum seperti kurangnya dasar matematika dan coding memang sering muncul. Namun, ia menekankan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membuka wawasan dan mengurangi kesenjangan pengetahuan teknologi.
Menurut Ita, literasi digital yang kuat akan membantu peserta menciptakan solusi sederhana di lingkungan sekitar, seperti klasifikasi data, analisis sentimen, hingga sistem rekomendasi.
Materi Machine Learning ini disampaikan bukan tanpa alasan jangka panjang. Ita melihat adanya peluang ekonomi dan karier yang sangat luas bagi mereka yang sudah memiliki dasar pengetahuan AI sejak dini. Kebutuhan tenaga ahli di bidang data yang terus meningkat membuka pintu bagi siswa untuk menjadi data analyst, data scientist, hingga programmer.
"Peserta yang memahami dasar Machine Learning memiliki peluang karier seperti data analyst, data scientist, dan programmer, serta peluang ekonomi melalui freelance atau bisnis digital," ungkap Ita.
Beliau sangat berharap agar pengetahuan dasar ini dapat memotivasi siswa untuk terus mengeksplorasi potensi diri di bidang AI.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
