Optimasi Karier di Era Digital, Hendra Winanda Bedah Strategi Pembuatan CV Berbasis AI yang Profesional
Hendra Winanda bagikan rahasia bikin CV profesional pakai bantuan AI--
INFORADAR.ID - Memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif pada tahun 2026, para pencari kerja dituntut untuk memiliki resume yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga kuat secara substansi.
Menanggapi tantangan tersebut, Hendra Winanda selaku praktisi sekaligus pemateri pelatihan karier mengungkapkan bahwa integrasi Kecerdasan Buatan (AI) kini menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pembuatan Curriculum Vitae (CV) yang berstandar profesional.
Menurut Hendra, pemanfaatan AI dalam menyusun CV memberikan keuntungan besar, terutama dalam hal efisiensi waktu. Poin-poin krusial dalam CV yang kini bisa dioptimasi oleh teknologi meliputi pembuatan profil singkat, penulisan deskripsi pengalaman kerja yang lebih formal, hingga penyesuaian keahlian (skill) dengan kualifikasi spesifik yang diminta oleh perusahaan.
Ia menyebutkan bahwa penggunaan AI membantu pelamar menghasilkan bahasa yang lebih menarik tanpa menghilangkan kesan profesional.
Salah satu kekhawatiran utama dalam penggunaan teknologi ini adalah hasil yang cenderung generik atau kaku.
Hendra Winanda menekankan bahwa peran manusia tetap tidak tergantikan dalam melakukan kurasi akhir.
Ia menyarankan agar peserta tetap melakukan pengeditan ulang menggunakan gaya bahasa sendiri dan menyertakan bukti nyata berupa proyek atau hasil kerja yang pernah dilakukan.
"AI sebaiknya digunakan saat menyusun kalimat, merapikan isi CV, dan menyesuaikan dengan lowongan pekerjaan," ujar Hendra
Namun, ia secara tegas mengingatkan bahwa elemen-elemen fundamental tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada mesin. Hendra menyatakan bahwa data diri, pengalaman pribadi yang bersifat subjektif, serta keputusan akhir mengenai isi CV tetap wajib dikerjakan secara manual oleh pelamar agar tetap memiliki nyawa dan karakter.
Dalam pelatihan ini, peserta diarahkan untuk menggunakan berbagai platform populer seperti ChatGPT, Canva, Novoresume, hingga Zety. Fokus utamanya adalah menghasilkan CV yang bersifat Applicant Tracking System (ATS) friendly. Sistem ini sering digunakan oleh perusahaan besar untuk menyaring ribuan berkas secara otomatis berdasarkan kata kunci tertentu.
Dengan bantuan AI, pelamar dapat lebih mudah mengidentifikasi kata kunci profesional yang tepat yang mungkin sulit mereka susun secara mandiri.
Hendra Winanda juga menyoroti tantangan yang sering dihadapi peserta, yakni ketidakmampuan dalam menjelaskan pengalaman masa lalu secara mendetail.
"Tantangan terbesar biasanya adalah kesulitan menjelaskan pengalaman dan tidak mengetahui kata-kata profesional yang tepat," jelas Hendra.
Ia menambahkan bahwa banyak pelamar yang kurang detail saat memberikan instruksi atau perintah kepada AI, sehingga hasil yang didapatkan tidak sesuai dengan harapan awal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
