Profil dr. Gia Pratama, Dokter “Tentram” yang Viral Usai Tampil di Podcast Raditya Dika
Dr. Gia viral, dijuluki dokter tentram oleh warganet-Instagram @giapratamamd-
INFORADAR.ID - Nama Gia Pratama Putra atau yang dikenal sebagai dr. Gia tengah menjadi perbincangan publik. Sosoknya viral setelah tampil sebagai bintang tamu dalam podcast milik Raditya Dika berjudul Cerita dari Ruang IGD.
Dalam podcast tersebut, dr. Gia membagikan pengalaman medis dengan gaya yang tenang dan mudah dipahami. Cara bertuturnya yang santai namun penuh makna membuat banyak penonton merasa terhubung secara emosional.
Gaya komunikasinya ini kemudian mendapat julukan “dokter tentram” dari warganet. Sebutan itu muncul karena pembawaannya yang lembut dan kontras dengan gaya komunikasi dr. Tirta yang dikenal lebih ekspresif dan tegas.
dr. Gia memiliki nama lengkap Gia Pratama Putra dan lahir di Jakarta pada 31 Agustus 1985. Ia merupakan anak dari Capt. Amir Hamzah dan memeluk agama Islam.
Dalam hal pendidikan, dr. Gia menempuh studi di Fakultas Kedokteran Universitas YARSI. Ia menyelesaikan pendidikan sebagai dokter umum setelah sebelumnya mengenyam pendidikan di SMA Negeri 34 Jakarta.
BACA JUGA:“Lu Kenal Veronica Ko?” Viral di TikTok, Lagu Nyeleneh Karya Verry Klau Jadi Tren April 2026
BACA JUGA:Indonesian Idol Season 14: Ecky Tereliminasi, Persaingan Masuk Babak Top 5
Selama masa kuliah, pengalaman praktik klinis di berbagai rumah sakit daerah turut membentuk kemampuannya. Ia pernah menjalani masa koas di RSUD Garut dan RSUD Serang yang memperkaya pengalamannya dalam menangani kasus gawat darurat.
Setelah resmi menjadi dokter, dr. Gia banyak berkiprah di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ia bahkan pernah menjabat sebagai Kepala IGD serta Manajer Humas di sejumlah rumah sakit besar seperti RS Prikasih dan RSUP Fatmawati.
Tak hanya dikenal di dunia medis, dr. Gia juga aktif sebagai penulis. Novel pertamanya dengan judul "Berhenti Di Kamu" sukses menarik perhatian publik karena diangkat dari kisah nyata pertemuannya dengan sang istri.
Kisah tersebut sempat viral di media sosial dan kemudian diadaptasi menjadi film layar lebar pada tahun 2020. Kesuksesan ini menunjukkan kemampuan storytelling dr. Gia yang kuat dan menyentuh.
Selain itu, ia juga menulis buku lain seperti Perikardia dan Garda Detak. Karya-karya tersebut banyak mengangkat sisi kemanusiaan dalam dunia medis yang jarang terekspos.
BACA JUGA:Makin Berani Go Public, Intip Momen Kencan Romantis Davina Karamoy dan Ardhito Pramono di Kota Tua
BACA JUGA:2.0 Meledak di YouTube, Era Baru BTS Makin Tak Terbendung
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
