Mengapa Menonton Influencer Terasa Seperti Nongkrong dengan Sahabat Sendiri?
Menonton konten-Pinterest-
INFORADAR.ID-Pernahkah Anda merasa sangat sedih saat influencer favorit Anda sedang tertimpa masalah, atau ikut tertawa seolah berada di ruangan yang sama saat mereka bercerita?
Fenomena ini kini menjadi pemandangan umum di era media sosial. Banyak orang merasa memiliki ikatan batin yang kuat dengan para kreator konten, hingga muncul perasaan bahwa menonton mereka di layar ponsel terasa setara dengan sesi nongkrong bersama teman akrab.
Psikologi menyebut kondisi ini sebagai Hubungan Parasosial, sebuah keterikatan emosional satu arah yang terasa sangat nyata bagi sang penonton.
Faktor utama yang memicu perasaan ini adalah konsistensi dan aksesibilitas. Berbeda dengan selebritas layar lebar zaman dulu yang terkesan eksklusif dan jauh, influencer hadir setiap hari di kehidupan kita.
BACA JUGA:Freire di Jalan Berlubang, Habermas di Kolom Komentar
Melalui fitur Instagram Stories atau Vlog, mereka membagikan hal-hal sepele mulai dari apa yang mereka makan, curhatan tentang hari yang buruk, hingga rutinitas pagi di tempat tidur.
Paparan terus-menerus terhadap detail pribadi ini membuat otak kita memproses informasi tersebut seolah-olah berasal dari lingkaran pertemanan dekat.
Gaya komunikasi "bicara langsung ke kamera" juga memegang peranan krusial. Saat seorang influencer melakukan kontak mata ke lensa dan menggunakan kata ganti seperti "kalian" atau "kita", penonton merasa sedang diajak bicara secara personal.
Teknik narasi yang kasual, tanpa naskah yang kaku, dan sering kali disertai dengan menunjukkan ketidaksempurnaan (vulnerability), membuat mereka terlihat lebih manusiawi dan mudah didekati.
BACA JUGA:Anthony Ginting Kembali Perkuat Indonesia di Thomas Cup 2026
BACA JUGA:Film “Semua Akan Baik-Baik Saja” Tayang 13 Mei 2026, Angkat Realitas Keluarga Modern
Hal inilah yang meruntuhkan dinding pembatas antara figur publik dan penggemarnya.
Selain itu, algoritma media sosial turut memperkuat ikatan ini. Kita cenderung mengikuti kreator yang memiliki hobi, selera musik, atau pola pikir yang serupa dengan kita.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
