Mengapa Orang Zaman Sekarang Cenderung Merasa Paling Pintar
Ekspresi -Pinterest-
INFORADAR.ID- Di era di mana informasi berada dalam genggaman, muncul sebuah tren perilaku sosial yang cukup mengkhawatirkan: meningkatnya jumlah individu yang merasa memiliki otoritas intelektual di atas pakarnya.
Fenomena "merasa paling pintar" ini bukan sekadar masalah ego, melainkan hasil dari percampuran antara algoritma teknologi dan bias psikologis yang mendalam.
Para ahli menyebutkan bahwa kemudahan akses terhadap informasi sering kali menciptakan ilusi pemahaman, di mana seseorang merasa telah menguasai sebuah subjek hanya dengan membaca utas singkat di media sosial atau menonton video berdurasi 60 detik.
Salah satu penyebab utama yang sering disorot adalah Dunning-Kruger Effect. Secara psikologis, fenomena ini menjelaskan bahwa individu dengan tingkat kompetensi rendah dalam suatu bidang cenderung menilai kemampuan mereka jauh lebih tinggi dari kenyataannya.
BACA JUGA:Berhenti Berusaha Melupakan Mantan: Mengapa Menerima Luka Adalah Kunci Pemulihan
BACA JUGA:Gen Z Pimpin Tren 'Loud Budgeting': Berani Bilang Enggak
Di dunia nyata, ini terlihat ketika seseorang yang baru membaca satu artikel kesehatan berani mendebat saran medis dari dokter yang telah belajar belasan tahun.
Kurangnya pengetahuan dasar justru membuat seseorang tidak menyadari seberapa banyak yang sebenarnya tidak mereka ketahui, sehingga muncul rasa percaya diri yang berlebihan.
Selain faktor internal, lingkungan digital berperan besar melalui pembentukan Echo Chambers atau ruang gema.
Algoritma media sosial dirancang untuk menyuguhkan konten yang hanya sesuai dengan keyakinan kita. Akibatnya, pandangan seseorang terus-menerus divalidasi oleh lingkungan daringnya.
BACA JUGA:Micro-Learning: Cara Menguasai Skill Baru Hanya dengan 15 Menit Sehari di Sela Jam Makan Siang
Sehingga ia merasa opininya adalah kebenaran mutlak yang diamini semua orang.
Hal ini mematikan kemampuan untuk berpikir kritis dan menerima sudut pandang berbeda, karena setiap informasi yang berlawanan dianggap sebagai serangan atau kebodohan pihak lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
