Disway Award

Nikah Jalur Dijodohin Emang Bisa Langgeng? Ini Faktanya!

Nikah Jalur Dijodohin Emang Bisa Langgeng? Ini Faktanya!

Pernikahan-Pinterest-

INFORADAR.ID- Di era modern di mana aplikasi kencan bertebaran dan konsep kebebasan memilih pasangan sangat dijunjung tinggi, istilah "dijodohin" mungkin terdengar seperti kaset kusut dari masa lalu.

Namun, tren nikah jalur dijodohin nyatanya tidak pernah benar-benar hilang. Bahkan belakangan ini, banyak cerita viral di media sosial tentang pasangan yang sukses membangun rumah tangga harmonis berawal dari perkenalan keluarga.

Tapi, pertanyaan terbesarnya tetap sama: emang pernikahan tanpa cinta dari awal ini bisa langgeng?

Bisa banget! Faktanya, kelanggengan sebuah hubungan tidak selalu ditentukan oleh seberapa menggebu-gebu cinta di awal perkenalan.

BACA JUGA:Agar Tak Salah Pilih, Ini Dia Perbedaan Foundation dan Cushion

BACA JUGA:Tips Anak Muda Biar Tetap Produktif, Kreatif, dan Gak Kehabisan Arah

Berikut adalah beberapa alasan mengapa pernikahan dari jalur perjodohan punya peluang besar untuk bertahan lama dan bahagia:

1. Ekspektasi yang Lebih Realistis

Ketika dua orang menikah karena cinta yang menggebu-gebu (fase bulan madu), ekspektasi seringkali melambung tinggi.

Ketika fase tersebut memudar, kekecewaan mudah muncul. Sebaliknya, pasangan yang dijodohkan umumnya memulai dengan ekspektasi yang lebih realistis.

BACA JUGA:Gen Z Pimpin Tren 'Loud Budgeting': Berani Bilang

BACA JUGA:Fenomena 'Quitting Culture': Gen Z Lebih Pilih Bahagia daripada Gaji Besar tapi Burnout

Mereka sadar bahwa mereka sedang memulai sebuah proyek kehidupan bersama, sehingga lebih siap menghadapi ketidaksempurnaan pasangan.

2. Kesamaan Nilai Dasar dan Visi

Orang tua atau kerabat yang menjadi "mak comblang" biasanya tidak asal pilih. Mereka mencarikan pasangan yang memiliki latar belakang, prinsip, dan nilai-nilai (seperti agama, budaya, dan visi keuangan) yang sepadan.

Dalam jangka panjang, kesamaan nilai dasar ini adalah pondasi terkuat agar rumah tangga tidak mudah goyah.

3. Dukungan Ekstra dari Keluarga

Karena diawali oleh campur tangan keluarga, pernikahan jalur ini otomatis mengantongi restu dan dukungan penuh dari kedua belah pihak.

Ketika badai pernikahan datang, keluarga cenderung bertindak sebagai sistem pendukung yang objektif dan membantu mencari solusi, bukan malah memanaskan suasana.

4. Cinta yang Dibangun, Bukan Ditemukan
Dalam perjodohan, konsep cinta bergeser dari *kata benda* menjadi kata kerja.

Cinta bukanlah sesuatu yang tiba-tiba "jatuh" dari langit, melainkan sesuatu yang dibangun dan ditumbuhkan setiap hari melalui komitmen, rasa hormat, dan komunikasi.

Banyak pasangan yang dijodohkan mengaku rasa sayang mereka justru terus bertumbuh dan semakin dalam seiring berjalannya waktu.

"Pernikahan yang langgeng bukan tentang bagaimana Anda jatuh cinta, tetapi tentang bagaimana Anda bertahan dalam cinta tersebut."

Pernikahan jalur dijodohin bukanlah jaminan pasti akan langgeng, sama seperti pernikahan jalur pacaran bertahun-tahun juga tidak dijamin bebas dari perceraian.

Pada akhirnya, keberhasilan rumah tangga bergantung pada kualitas komunikasi, toleransi, dan komitmen dari suami dan istri.

Jadi, buat kamu yang sedang ada dalam fase penawaran "mau dikenalin sama anak temen Mamah nggak?", tidak ada salahnya untuk membuka hati dan mencoba berkenalan. Siapa tahu, jodoh terbaikmu memang datang lewat jalur orang dalam!

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: