Zona Merah Siap Diadaptasi ke Layar Lebar, Angkat Skala Cerita Lebih Besar
Poster serial Zona Merah-Instagram @posterfilm.id-
INFORADAR.ID - Setelah meraih perhatian dalam format serial, Zona Merah dipastikan akan diadaptasi ke layar lebar. Proyek film ini kembali digarap oleh sutradara Sidharta Tata bersama Fajar Martha Santosa.
Dalam proses pengembangannya, Tata mengakui adanya tekanan besar dalam film Zona Merah, terutama ketika meningkatkan skala cerita agar berbeda dari versi serial.
Tata menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama dalam film Zona Merah adalah memperluas cakupan konflik. Jika dalam serial wabah hanya terjadi pada level kabupaten, maka versi film dituntut menghadirkan skala yang lebih besar.
Ia menyebut, tim kreatif film Zona Merah berencana membawa cerita ke level kota besar dengan intensitas yang lebih tinggi.
“Sejujurnya kami memang sangat tertekan. Karena kalau di serial kan outbreak-nya level kabupaten. Dan untuk film tidak mungkin sama, harus bermain di level yang lebih besar lagi, yaitu pusat kota,” ujarnya dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Rabu (1/4/2026).
BACA JUGA:Joko Anwar Campur Komedi dan Genosida di Penjara dalam Film 'Ghost in the Cell'
BACA JUGA:Berani Tukar Nyawa demi Harta, Film Aku Harus Mati Wajib Kamu Tonton
Selain memperbesar skala, tim produksi juga mencoba mengeksplorasi pendekatan baru dalam genre zombi. Tata mengungkapkan bahwa mereka ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda dari konsep yang sudah ada sebelumnya.
Menurutnya, tantangan lain adalah bagaimana mengolah “ruang bermain” cerita agar tetap segar dan tidak repetitif. Ia menegaskan bahwa eksplorasi kreatif menjadi fokus utama dalam pengembangan film ini.
Aktris sekaligus produser Luna Maya yang terlibat sebagai eksekutif produser menilai proyek ini memiliki potensi besar, baik dari sisi kreatif maupun industri.
Ia menyebut Zona Merah sebagai langkah penting dalam membawa intellectual property (IP) lokal ke tingkat yang lebih tinggi. “Zona Merah memiliki potensi besar, tidak hanya secara kreatif tetapi juga dari sisi positioning di industri. Ini langkah penting untuk membawa IP lokal ke level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Luna juga menambahkan bahwa film ini berpotensi menjadi salah satu film zombi Indonesia pertama yang hadir di layar lebar.
BACA JUGA:Tersesat dalam Kenangan: Mencari Makna Kepulangan dalam Film “Ayah, Ini Arahnya Kemana Ya?”
BACA JUGA:Trailer The End of Oak Street Dirilis, Film Sci-Fi Anne Hathaway Siap Tayang Agustus 2026
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
