PHRI Soroti Faktor yang Bisa Membuat Wisatawan Enggan Kembali ke Pandeglang
Suasana wisata Pantai Carita Pandeglang/Moch Madani Prasetia -Madani-
PANDEGLANG, INFORADAR.ID – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten PANDEGLANG menilai ada dua persoalan utama yang masih membayangi sektor pariwisata daerah, yaitu mutu pelayanan kepada wisatawan dan kemacetan menuju lokasi wisata favorit.
Ketua PHRI PANDEGLANG, Widiasmanto, menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) serta penerapan standar layanan yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kepuasan dan loyalitas pengunjung, terutama setelah libur Idulfitri 1447 Hijriah.
Ia menjelaskan bahwa wisatawan yang berkunjung, khususnya ke destinasi pantai, umumnya memiliki harapan tinggi terhadap layanan yang diterima, sebanding dengan biaya yang mereka keluarkan selama berlibur.
Widiasmanto menambahkan, kualitas SDM menjadi faktor penentu tinggi rendahnya standar pelayanan. Jika ingin meningkatkan pendapatan dari sektor wisata, maka mutu layanan dan fasilitas—seperti kebersihan toilet serta keamanan area parkir—harus diperhatikan agar wisatawan merasa nyaman dan puas.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa pelayanan tidak hanya berkaitan dengan sikap ramah petugas, tetapi juga mencakup kualitas fasilitas dasar, seperti kebersihan kamar hotel, kinerja pendingin ruangan, keamanan parkir, dan kondisi toilet.
Menurutnya, pengalaman layanan yang baik akan memengaruhi keputusan wisatawan untuk kembali berkunjung atau justru enggan datang lagi ke PANDEGLANG.
Peningkatan kemampuan SDM, lanjutnya, perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya bagi pelaku hotel dan restoran, tetapi juga bagi pelaku UMKM di kawasan wisata.
Ia menekankan pentingnya pelatihan terkait etika pelayanan, kebersihan, dan penataan usaha agar seluruh ekosistem pariwisata dapat tampil lebih profesional.
Standar kualitas tersebut, kata Widiasmanto, harus diterapkan di semua lini, mulai dari hotel, restoran, hingga pedagang UMKM. Hal ini penting untuk menyesuaikan dengan tren wisatawan yang kini semakin peduli pada kebersihan dan konsumsi makanan sehat, serta tampilan destinasi yang tertata rapi.
Selain itu, PHRI juga mendorong penataan kawasan kuliner dan pusat oleh-oleh khas PANDEGLANG, seperti emping, otak-otak, dan gula aren, agar lebih menarik secara visual.
Ia menilai konsep destinasi yang bersih, nyaman, dan menarik secara estetika—termasuk layak untuk dibagikan di media sosial—akan meningkatkan daya tarik wisata, terutama di era digital saat ini.
PHRI berharap perbaikan kualitas layanan pariwisata dapat dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah dan pelaku usaha, sehingga pariwisata Pandeglang mampu bersaing dan terus menarik kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
