Atlet BMX Freestyle Jadi Penulis, Heru Anwari Rilis Buku Perdana Suara dari Alaska Berisi Refleksi Perjalanan
Heru Anwari, Atlet BMX Freestyle jadi penulis -Dokumentasi Milik Lydia GRB-
INFORADAR.ID - Atlet BMX asal Banten, Heru Anwari, resmi merilis buku pertamanya yang berjudul Suara dari Alaska, melalui acara Bedah Buku yang diadakan Rumah Dunia dengan judul Atlet BMX Freestyle Jadi Penulis, Sabtu 14 Maret 2026.
Buku Suara dari Alaska ini berisikan kumpulan esai reflektif yang lahir dari pengalaman perjalanan panjang Heru, baik sebagai atlet maupun sebagai pribadi yang banyak melakukan perjalanan hidup.
Heru menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan hasil proses belajar menulis yang ia jalani di kelas “Klinik Menulis” Angkatan ke-6 yang diadakan Encep Abdullah. Proses kreatif penulisan buku itu mulai berkembang ketika ia menjalani tur selama enam bulan di Amerika Serikat dan Kanada pada 2024.
"Kumpulan esai dalam buku ini merupakan buah dari proses saya belajar di kelas Klinik Menulis Angkatan ke-6 bersama Kang Encep Abdullah. Proses ini tumbuh pada tahun 2024 saat saya menjalani tur selama enam bulan di Amerika Serikat dan Kanada," jelasnya.
Menurut Heru, pengalaman tersebut menjadi titik awal munculnya berbagai refleksi yang kemudian dituangkan dalam bentuk esai.
BACA JUGA:Tingkatkan Kepedulian Sosial, UKM UPTQ UIN SMH Banten Gelar Kabar Ramadan
BACA JUGA:Kuliah Cuma Bikin Jadi Mesin Kerja?
“Saya sadar bahwa hidup adalah tentang terus meningkatkan kemampuan, termasuk dalam hal menulis,” ujar Heru.
Ia juga menuturkan bahwa tulisan-tulisan dalam buku tersebut melalui proses pembelajaran panjang di kelas menulis. Melalui bimbingan mentornya, berbagai esai yang awalnya berupa catatan pribadi akhirnya berkembang menjadi sebuah buku.
“Di Klinik Menulis inilah tulisan-tulisan saya ‘diobati’ oleh Kang Encep, hingga akhirnya lahir menjadi buku pertama ini,” katanya.
Heru mengungkapkan bahwa pemilihan kata “Alaska” dalam judul bukunya bukan merujuk pada sebuah tempat geografis. Melainkan simbol ruang batin atau wilayah refleksi yang muncul dari perjalanan hidupnya.
"Alaska yang dimaksud bukan suatu tempat di New York, karena kalau melihat dari isi bukunya sebetulnya tidak ada mengarah kepada Alaska, melainkan makna dari ranah luar sisi suara batin heru yang dituangkan dalam tulisan selama bertahun-tahun perjalanan hidup," ungkapnya.
BACA JUGA:Untirta dan Polda Banten Sepakati Kerja Sama, Dirikan Pusat Studi Kepolisian
BACA JUGA:Ratusan Siswa SDN 09 Kota Serang Antusias Ikuti Program Serang Mengaji Goes to School
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
