Disway Award

Latih Kader Desa Kendalikan Hipertensi dengan Terapi Foot Massage

Latih Kader Desa Kendalikan Hipertensi dengan Terapi Foot Massage

tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banten melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui edukasi dan pelatihan kader kesehatan di Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang-Istimewa-

INFORADAR.ID - Penyakit Tidak Menular (PTM), khususnya hipertensi, masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang cukup tinggi di masyarakat. Kondisi ini sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena gejalanya yang tidak selalu muncul, sehingga hipertensi kerap dijuluki sebagai silent killer.

Melihat kondisi tersebut, tim dosen Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banten melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui edukasi dan pelatihan kader kesehatan di Desa Karet, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sepatan.

Kegiatan ini dipimpin oleh Kusniawati, S.Kep., Ners., M.Kep. selaku ketua tim pengabdian bersama anggota tim dosen dari Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banten yaitu Widya Sepalanita, S.Kep, Ners, M.Kep, Sp.KMB dan Alif Nurul Rosyidah, S.Kep, Ners, M.Kep.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader kesehatan dan masyarakat terkait penyakit hipertensi serta pengendaliannya melalui pendekatan terapi komplementer.

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kardiovaskular yang paling banyak ditemukan di masyarakat. Berdasarkan data Puskesmas Sepatan, hipertensi menjadi salah satu penyakit terbanyak yang ditemukan pada masyarakat. Tingginya angka kejadian tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Melalui kegiatan pengabdian ini, para kader kesehatan diberikan edukasi mengenai penyakit hipertensi, faktor risiko, serta upaya pengendalian tekanan darah. Selain itu, tim dosen juga memberikan pelatihan terapi komplementer berupa foot massage atau pijat kaki yang dapat membantu menurunkan dan menstabilkan tekanan darah pada penderita hipertensi.

Tidak hanya sebatas penyuluhan, dilakukan juga pemberdayaan kader. Kegiatan pemberdayaan kader berupa aktifitas kader kesehatan melakukan pendampingan kepada penderita hipertensi di wilayahnya. Dalam program ini, kader diminta mengelola dua kasus penderita hipertensi di masyarakat untuk diberikan edukasi sekaligus pendampingan dalam menerapkan terapi foot massage sebagai upaya pengendalian tekanan darah secara mandiri.

Hasil kegiatan pelatihan kader menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan. Rata-rata skor nilai pengetahuan kader sebelum kegiatan edukasi dan pelatihan tercatat 6,9, dan meningkat menjadi 8,2 setelah kegiatan dilaksanakan.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan pelatihan yang dilakukan mampu meningkatkan pemahaman kader dalam membantu pengelolaan hipertensi di masyarakat.

Selain pelatihan, kegiatan ini juga menghasilkan beberapa luaran berupa leaflet edukasi tentang hipertensi dan terapi foot massage, video dokumentasi kegiatan, serta rencana publikasi artikel ilmiah pengabdian masyarakat pada jurnal.

Ketua tim pengabdian, Kusniawati, menyampaikan bahwa pemberdayaan kader kesehatan merupakan salah satu strategi penting dalam pengendalian penyakit tidak menular di masyarakat. “Melalui pelatihan ini, kader diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat serta membantu penderita hipertensi dalam mengontrol tekanan darahnya secara mandiri melalui penerapan terapi komplementer,” ujarnya.

Ke depan, kader kesehatan yang telah dilatih diharapkan dapat terus melanjutkan kegiatan pembinaan kepada penderita hipertensi lainnya di lingkungan masyarakat, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular dapat berjalan secara berkelanjutan.

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: