Disway Award

Pasar Smartphone Global 2026 Diprediksi Anjlok 12,3% Akibat Krisis Memori

Pasar Smartphone Global 2026 Diprediksi Anjlok 12,3% Akibat Krisis Memori

Smartphone -Sumber foto:Pinterest-

INFORADAR.ID - Industri smartphone global diperkirakan menghadapi tekanan besar sepanjang tahun 2026. Sejumlah analis pasar memprediksi pengiriman smartphone secara global akan mengalami penurunan hingga 12,3%, dipicu oleh krisis pasokan komponen memori yang mulai terasa sejak awal tahun.

Krisis ini terutama berkaitan dengan terbatasnya produksi chip memori seperti DRAM dan NAND Flash, dua komponen penting yang digunakan di hampir semua smartphone modern. Gangguan pada rantai pasokan semikonduktor serta meningkatnya permintaan dari sektor lain seperti kecerdasan buatan (AI), pusat data, dan perangkat komputasi membuat pasokan memori untuk industri ponsel menjadi semakin terbatas.

Akibatnya, banyak produsen smartphone harus menghadapi kenaikan biaya produksi. Beberapa perusahaan bahkan dilaporkan menunda peluncuran perangkat baru atau mengurangi jumlah produksi untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

Sejumlah analis industri menyebutkan bahwa kondisi ini bisa memengaruhi berbagai merek besar di pasar global, mulai dari Apple, Samsung Electronics, hingga Xiaomi yang selama ini mengandalkan pasokan memori dalam jumlah besar untuk lini smartphone mereka.

Selain faktor pasokan, melemahnya daya beli konsumen di beberapa negara juga ikut memperparah situasi. Ketidakpastian ekonomi global membuat banyak orang menunda pembelian smartphone baru dan memilih menggunakan perangkat lama mereka lebih lama dari biasanya.

Meski begitu, beberapa analis optimistis pasar smartphone bisa mulai pulih pada akhir 2026 atau awal 2027 jika pasokan memori kembali stabil dan harga komponen mulai turun.

Untuk sementara waktu, industri smartphone diperkirakan akan memasuki fase penyesuaian, di mana produsen harus lebih berhati-hati dalam menentukan strategi produksi, harga, serta peluncuran produk baru di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

 

Maria ulfah mahasiswa ilmu komunikasi Universitas mathla’ul Anwar Banten

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: