Konflik di Teluk Memanas: Serangan Balasan Iran Terus Berlangsung, Negara-negara Arab Tanggapi Bersama
Suasana Di Tel Aviv berubah mencekam pada minggu (1/3) dini hari saat langit malam dekorasi rentetan proyektil dan rudal pencegat yang saling beradu-ig @CNN Indonesia-
INFORADAR.ID - TEHERAN, 2 Maret 2026 – Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Persia terus meningkat setelah Iran melancarkan serangkaian serangan balasan terhadap negara-negara Arab sebagai respons atas serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel. Aksi ini menyebabkan jatuhnya korban dan luka-luka di beberapa wilayah di kawasan tersebut.
Sejak kampanye balasan dilancarkan, Uni Emirat Arab (UEA) mencatat sedikitnya tiga orang tewas dan 58 lainnya mengalami luka-luka akibat dampak serangan rudal dan drone yang dilaporkan berasal dari Iran.
Ketiga korban tewas diketahui adalah warga negara asing, yakni dari Pakistan, Nepal, dan Bangladesh. Pihak militer UEA menyatakan mereka telah mendeteksi 165 rudal balistik, dengan 152 di antaranya berhasil dihancurkan, serta mencegat puluhan drone yang mencoba menyerang wilayahnya.
Di samping itu, Kuwait juga melaporkan adanya korban jiwa dan puluhan orang luka-luka akibat serangan tersebut. Menurut keterangan resmi dari kementerian kesehatan Kuwait, korban yang terluka sebagian besar merupakan warga negara asing yang mengalami cedera di bagian kepala, dada, dan perut, dengan sebagian dirawat di Rumah Sakit Jaber Al-Ahmad.
Menanggapi eskalasi ini, Arab Saudi telah memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan protes keras terhadap apa yang dianggap sebagai tindakan agresi terhadap kedaulatan negara-negara Teluk.
Dalam pernyataannya, Riyadh menyatakan serangan Iran sebagai pelanggaran serius yang mengancam stabilitas kawasan dan memicu kekhawatiran di antara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC).
Untuk membahas langkah bersama menghadapi situasi ini, para menteri luar negeri dari negara-negara GCC direncanakan akan mengadakan pertemuan daring. Fokus utama diskusi diperkirakan akan mencakup koordinasi respons terhadap serangan Iran dan strategi untuk menjaga keamanan bersama di kawasan Teluk.
Kondisi di wilayah Teluk tetap tegang, sementara serangan dan upaya pertahanan udara terus berlangsung. Situasi ini menunjukkan potensi konflik yang lebih luas jika tidak ada langkah diplomatik yang segera diambil oleh pihak-pihak yang terlibat.
Fikri Habib Hassar Maldya Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla’ul Anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
