Disway Award

Peraturan Panca Jiwa Pondok Terhadap Pendidikan Karakter Santri PPM Baitul Azhar Cibaliung

Peraturan Panca Jiwa Pondok Terhadap Pendidikan Karakter Santri  PPM Baitul Azhar Cibaliung

Potret Kegiatan Santri-@ZulfanMuhriza-

INFORADAR.ID - Pendidikan karakter di pondok pesantren bukan hanya soal hafalan kitab kuning, tapi juga membentuk jiwa santri agar tangguh menghadapi tantangan zaman.

Di sinilah Panca Jiwa Pondok berperan krusial: lima prinsip dasar yang menjadi peraturan pondok modern, diadaptasi dari nilai-nilai Pancasila.

Bagi santri kelas 6 KMI (Kelompok Muhadharah dan Imla'—tingkatan pra-remaja akhir), implementasi ini jadi fondasi utama.

Artikel ini mengupas bagaimana peraturan ini diterapkan secara nyata untuk membentuk karakter santri yang berakhlak mulia, mandiri, dan siap berkontribusi bagi bangsa.

Apa Itu Panca Jiwa Pondok?

Panca Jiwa Pondok adalah kerangka peraturan pondok pesantren yang menekankan lima pilar karakter: religius, nasionalis, gotong royong, mandiri, dan berintegritas. Ini bukan sekadar slogan, tapi aturan harian yang diintegrasikan ke rutinitas santri.

Untuk kelas 6 KMI, yang usianya sekitar 11-13 tahun, implementasi difokuskan pada aktivitas interaktif agar mudah dicerna.

Tujuannya? Membangun karakter holistik, sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka Pesantren yang menekankan penguatan Profil Pelajar Pancasila.

Pilar 1: Religius – Fondasi Taqwa

Implementasi dimulai dari shalat berjamaah wajib lima waktu, ditambah tadarus Al-Quran pagi hari.

Santri kelas 6 KMI wajib menghafal 1 juz per semester dan mengikuti muhadhoroh mingguan.

Contoh nyata: di Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, santri yang absen shalat diganti dengan diskusi akidah.

Hasilnya? 90% santri menunjukkan peningkatan ketakwaan, terukur dari laporan ustadz pembina.

Pilar 2: Nasionalis – Cinta Tanah Air

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: