TNI dan Pelajar Bersihkan Pantai Kuta Usai Prabowo Sentil Masalah Sampah di Bali
TNI dan pelajar bersihkan Pantai Kuta usai Prabowo sentil masalah sampah di Bali--
INFORADAR.ID - Tahukah kamu baru baru ini prisiden republic Indonesia prabomo Subianto menyentil masalah sampah dibali, artikel ini akan memberikan kamu wawasan yang luas akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Pada 3-4 Februari 2026, ribuan personel TNI, Polri, relawan, pemerintah daerah, dan pelajar turun tangan membersihkan Pantai Kuta, Bali, langsung merespons teguran Presiden Prabowo Subianto. Aksi gotong royong ini digelar sehari setelah Presiden menyindir kondisi pantai Bali yang kotor saat membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor.
Presiden Prabowo menceritakan keluhan dari pejabat Korea Selatan yang kecewa melihat sampah menumpuk di pantai ikonik Bali, merusak citra pariwisata. "SMA, SMP, SD dibawah kendali saudara. Apa susahnya sih, entah hari Sabtu, semua anak sekolah kumpul di pantai ini, ayo kita bersihkan ramai-ramai," tegas Prabowo, sambil instruksikan TNI-Polri kerahkan pasukan jika daerah lambat tanggap. Instruksi ini langsung direspons cepat oleh Kodam IX/Udayana dan Pemkab Badung.
Aksi melibatkan 2.500 personel di Pantai Kuta dan Kedonganan: 700 TNI-Polri, 200 aparatur OPD, 200 relawan, serta 250 pelajar dari SD, SMP, SMA di empat sekolah.
Mereka pungut sampah plastik, kayu, dan limbah kiriman menggunakan tangan, karung, serta 8 alat berat; sampah anorganik dipilah untuk dibuang ke TPA. Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Taufiq Hanafi pimpin di Kedonganan, tekankan pembersihan harus berkelanjutan demi lingkungan bersih bagi wisatawan.
Kegiatan ini bukan pertama; sebelumnya rutin tiap Jumat bersama stakeholder hotel, tapi kini lebih masif pasca-sorotan nasional. Kepala Bidang Pengelola Limbah DLH Badung, Anak Agung Gede Dalem, sebut aksi tanamkan kesadaran sejak dini pada pelajar. Bali berharap pantai tetap indah, dukung ekonomi pariwisata yang andalkan kebersihan.
Aksi ini jadi contoh sinergi pusat-daerah, tunjukkan respons cepat pemerintah terhadap isu lingkungan yang relevan bagi Jakarta dan Banten yang juga rawan sampah pantai. Ke depan, diharapkan jadi momentum perubahan budaya sadar lingkungan nasional, libatkan semua lapisan masyarakat demi Indonesia bersih dan lestari.
Hernanda Wijaya Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Matlaul Anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
