Tagar “Kembali ke 2016” Viral, Jadi Tren Nostalgia Satu Dekade di Media Sosial
Trend sosial media satu dekade-Pinterest/Freepik-
INFORADAR.ID - Tren bertagar #KembaliKe2016 belakangan ramai menghiasi linimasa TikTok dan Instagram.
Fenomena ini menjadi ruang nostalgia bagi generasi muda yang kini telah memasuki fase dewasa, sekaligus mengenang masa remaja yang dianggap penuh kebebasan dan spontanitas.
Tren nostalgia ini menunjukkan bahwa media sosial tak hanya menjadi ruang aktualisasi masa kini, tetapi juga wadah untuk merayakan memori kolektif yang pernah memberi rasa kebebasan bagi sebuah generasi.
Menurut Naila Aulia, Mahasiswi Tadris Bahasa Inggris di UIN Sultan Maulana Hasanuddin, menyebut tren kembali ke tahun 2016 muncul sebagai bentuk throwback atau kilas balik memori kolektif generasi yang tumbuh bersama awal perkembangan media sosial.
Ia menilai, tren tersebut sekadar upaya mengingat momen remaja yang ikonik dan menyenangkan.
“Sebenernya ini kayak recall memory aja. Kita yang sekarang sudah masuk fase dewasa mengingat lagi masa remaja yang seru.
For fun juga, bahkan mungkin sebagai bentuk manifesting supaya ke depan bisa ngasih dampak yang mirip,” ujar Naila.
Tahun 2016 dinilai sebagai fase awal masyarakat mulai aktif di berbagai platform media sosial.
Saat itu, aplikasi seperti Ask.fm, Path, Tumblr, hingga Instagram menjadi ruang eksplorasi ekspresi diri yang cukup bebas. Beragam filter warna-warni dan fitur unik turut membentuk karakter visual khas era tersebut.
BACA JUGA:Trend TikTok “At Least” Viral, Jadi Game Sindir-sindiran Usai Ramainya Tren “Izin”
BACA JUGA:Bukan Sekadar Keringat, 'Fun Run' Jadi Ruang Baru Gen Z dan Milenial
“Bedanya sama sekarang mungkin soal selera estetik. Sekarang orang lebih minimalis, sedangkan 2016 itu penuh eksplorasi filter dan warna. Itu yang bikin terasa rame dan hidup,” tambahnya.
Nostalgia tersebut juga dirasakan Nabel, mahasiswi Ekonomi Syariah UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Ia menyebut tahun 2016 sebagai masa keemasan atau golden age bagi generasinya.
“Kalau menurut aku, 2016 itu kerasa spesial karena kita masih di masa-masa remaja, centil, kepo, dan belum punya beban. Itu masa awal kenal idol, selebgram, dan tren-tren global yang benar-benar mendunia,” kata Nabel.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
