71.000 Satuan Pendidikan di Indonesia Akan Direvitalisasi pada 2026
revitalisasi sekolah di indonesia --
INFORADAR.ID - Tahukah kamu pemerintah Indonesia menargetkan revitalisasi 71.000 satuan pendidikan di seluruh negeri pada 2026 untuk mengatasi kerusakan infrastruktur sekolah yang masih mencapai lebih dari 100.000 unit.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam penguatan SDM melalui pendidikan berkualitas, dengan fokus awal pada perbaikan fisik gedung sekolah.
Pada 2025, Kemendikdasmen telah merevitalisasi 16.171 satuan pendidikan menggunakan anggaran Rp16,9 triliun, mencakup pembangunan Unit Sekolah Baru (USB), renovasi ruang kelas, toilet, perpustakaan, dan laboratorium.
Target 2026 awalnya 11.000-11.744 unit dengan Rp14 triliun dari APBN, tetapi Presiden menambahkan 60.000 unit lagi, sehingga total mencapai 71.000 satuan pendidikan di semua jenjang.
Prioritas utama adalah pembangunan dan renovasi fisik karena banyak sekolah rusak akibat minimnya pembangunan masif dalam beberapa tahun terakhir.
Program ini mandat Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 sebagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), melibatkan seluruh provinsi termasuk Sulawesi Tenggara dan daerah seperti Banten.
Dampak dan Proyeksi Ke Depan bahkan menteri Abdul Mu'ti optimistis revitalisasi selesai sebelum 2029, bahkan lebih cepat jika tiap tahun menjangkau 71.000 unit, sehingga pada 2027 kondisi sekolah bisa 100% layak.
Lebih dari 98% proyek 2025 telah rampung, menunjukkan efektivitas program yang juga meningkatkan kesejahteraan murid TK dan proses belajar mengajar.
Inisiatif ini diharapkan jadi gerakan bersama dengan pemerintah daerah, guru berdedikasi, dan penguatan karakter untuk lahirkan anak-anak Indonesia hebat melalui sarana pendidikan prima.
Di wilayah seperti Pandeglang, Banten, program ini berpotensi mendukung sekolah lokal di Carita guna pemerataan mutu pendidikan.
Dengan revitalisasi 71.000 satuan pendidikan ini, Indonesia melangkah pasti menuju generasi emas 2045: anak-anak pintar dari fasilitas prima, siap pimpin bangsa di era global.
Di Carita dan Pandeglang, program ini jadi harapan nyata bagi siswa lokal menembus pendidikan tinggi, transformasi SDM Banten Selatan dimulai dari sekolah layak hari ini.
Hernanda Wijaya Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Matlaul Anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
