Emping Melinjo Panggang Desa Carita: Camilan Gurih Anti-Mainstream Banten Selatan
Emping melinjo makanan atau cemilan khas banten yang sering di temukan dengan rasa yang gurih--
PANDEGLANG INFORADAR.ID Emping melinjo panggang khas Desa Carita, Pandeglang, Banten, adalah camilan tradisional yang dibuat dari biji melinjo liar tumbuh di lereng Tahura Carita, menawarkan rasa gurih alami tanpa gorengan minyak.
Berbeda dengan emping goreng umum, versi panggang ini diproses dengan sangrai kayu bakar lokal, menghasilkan tekstur renyah dan aroma asap hutan yang jarang ditemui di warung wisata pantai.
Asal dan Proses Tradisional di kampung-kampung terpencil seperti Cinoyong atau Sukarame, ibu rumah tangga memetik melinjo segar dari pohon endemik di sekitar hutan lindung Tahura.
Biji dikupas manual, dijemur dua hari hingga kering, lalu disangrai di wajan besi atas api kayu jati atau bambu selama 10-15 menit sambil diaduk merata. Taburan garam laut Carita dan sedikit gula merah aren memberikan rasa manis-gurih khas pesisir, tanpa bumbu sintetis—proses ini turun-temurun sejak era 1950-an untuk lauk pendamping ikan asin nelayan.
Rasa Unik dan Manfaat Lokal rasa dominan adalah gurih smokey dengan kriuk renyah tahan lama, cocok dicocol sambal terasi mentah atau dimakan langsung sebagai teman kopi hitam sore di saung pinggir sawah.
Kaya protein nabati dan serat, emping ini mendukung kesehatan pencernaan serta jadi sumber penghasilan tambahan bagi petani hutan non-timber di Carita, yang jarang dieksploitasi wisatawan massal.
Harga segenggam Rp5.000-10.000, dijual di pasar pagi atau langsung dari rumah produksi rumahan.
Cara Nikmati di Carita cari di Pasar Carita dekat Pantai Pasir Putih pagi hari, atau pesan saat trekking Curug Putri—penjaja lokal sering bawa dalam daun pisang.
Padukan dengan bubur sop ikan atau urap laut untuk pengalaman kuliner autentik Banten Selatan yang anti-mainstream, jauh dari hiruk-pikuk kafe pantai. Kunjungi musim kemarau agar stok melinjo melimpah, dan dukung ekonomi petani dengan beli langsung dari sumber.
Hernanda Wijaya Mahasiswa Ilmu komunikasi Universitas Matlaul Anwar
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
