Kontroversi Azkiave: Narasi Kuliah Scam, Nikah Muda, dan Komunitas Jeda Sekolah Picu Polemik
Ss postingan akun @azkieve-Ss tiktok-
INFORADAR.ID — Nama konten kreator TikTok Azkiave tengah menjadi sorotan publik setelah pernyataannya yang menyebut kuliah sebagai “scam” dan mempromosikan pernikahan muda di usia 19 tahun viral di media sosial.
Branding dirinya sebagai istri muda yang “lebih cepat dewasa” memicu perdebatan panjang, terlebih dengan dugaan pembentukan komunitas “Jeda Sekolah” yang dianggap mendorong lulusan SMA menunda bahkan meninggalkan pendidikan formal.
Dalam salah satu videonya bersama sang suami, Yuka (29), Azkiave menyebut pendidikan tinggi hanya “membuang uang dan waktu”, terutama bagi siswa yang tidak lolos perguruan tinggi negeri.
Ia menyarankan anak muda memilih jalur lain seperti berbisnis atau menikah lebih awal, dan menyebut keputusan tersebut lebih realistis dibanding “terjebak scam perkuliahan”.
Pernyataan itu mendapat kritik dari berbagai pihak, termasuk Kemendikbud serta BKKBN yang mengingatkan risiko pernikahan dini terhadap kesiapan finansial, mental, hingga kesehatan reproduksi.
BACA JUGA:Trend TikTok “At Least” Viral, Jadi Game Sindir-sindiran Usai Ramainya Tren “Izin”
BACA JUGA:Antusiasme Siswa SMAN 28 Kabupaten Tangerang Warnai Guest Lecture Untirta Bahas Jalur Masuk PTN
Warganet menilai narasi Azkiave meremehkan nilai pendidikan dan berpotensi menyesatkan audiens muda, sementara Azkiave bersikeras berbicara berdasarkan pengalamannya yang mengaku sukses berusaha di bidang fesyen dan kuliner setelah tidak melanjutkan kuliah.
Dalam kontennya, Azkiave kerap membandingkan pilihan hidupnya sebagai perempuan yang menikah di usia 19 tahun dengan remaja lain yang dianggap “masih main-main”. Narasi itu menuai respons beragam: pendukung menganggapnya inspiratif dan berani, sedangkan kritik menilai ia mempromosikan pernikahan dini tanpa mempertimbangkan kesiapan usia.
BKKBN menegaskan bahwa keputusan menikah selayaknya didasari kesiapan emosional, ekonomi, dan literasi keluargabukan tren media sosial.
Kritik semakin menguat setelah muncul dugaan Azkiave membentuk komunitas “Jeda Sekolah”, yang disebut mengajak generasi muda untuk menunda kuliah demi menikah atau berbisnis. Program itu membuat sebagian masyarakat khawatir karena dianggap anti-pendidikan dan dapat memengaruhi remaja belum matang mengambil keputusan jangka panjang.
Polemik ini turut menarik komentar para mahasiswa yang menilai narasi Azkiave menyederhanakan fungsi pendidikan tinggi.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Keringat, 'Fun Run' Jadi Ruang Baru Gen Z dan Milenial
BACA JUGA:Liburan Versi Ringan, Mahasiswa Nikmati Suasana dan Cari Hiburan di Royal Baroe
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
