Trend TikTok “At Least” Viral, Jadi Game Sindir-sindiran Usai Ramainya Tren “Izin”
Trend tiktok atleast-Lala-
INFORADAR.ID- Media sosial TikTok kembali diramaikan oleh tren baru bertajuk “at least”, yang muncul setelah viralnya tren “izin”.
Berbeda dari tren sebelumnya, tren “at least” kini berkembang sebagai permainan (game) sindir-sindiran antar teman maupun pasangan, yang dibalut dengan gaya santai namun sarat makna tersembunyi.
Dalam tren ini, pengguna TikTok biasanya membuat video berdua atau berkelompok, lalu saling melontarkan kalimat yang diawali dengan kata “at least” atau “seenggaknya”.
Kalimat tersebut kerap berisi sindiran halus, kritik lucu, hingga ungkapan kekesalan yang selama ini terpendam, namun disampaikan dengan nada bercanda agar tidak terkesan serius.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Keringat, 'Fun Run' Jadi Ruang Baru Gen Z dan Milenial
BACA JUGA:Liburan Versi Ringan, Mahasiswa Nikmati Suasana dan Cari Hiburan di Royal Baroe
Contoh sindiran yang sering muncul antara lain seperti, “At least aku nggak ngilang pas lagi dibutuhin”, atau “At least aku selalu ngabarin”.
Meski terkesan sederhana, kalimat-kalimat tersebut sering memicu reaksi spontan dari lawan main, sehingga menciptakan momen yang dianggap relate dan menghibur bagi penonton.
Tren “at least” pun kerap disebut sebagai game komunikasi, karena pemain ditantang untuk membalas sindiran dengan kalimat serupa tanpa menimbulkan konflik.
Semakin cerdas dan nyentil balasan yang diberikan, semakin menarik pula konten tersebut di mata warganet.
BACA JUGA:Tiga Gunung Wajib Daki di Banten Ini Rekomendasi Mahasiswa UIN
BACA JUGA:Konten Instagram Bahas Luka Batin Anak Berbakat, Netizen Ramai-Ramai Bilang “Relate”
Menurut salah satu pengguna TikTok, tren ini menjadi cara aman untuk menyampaikan unek-unek. “Kadang ada hal yang nggak enak diomongin secara langsung. Lewat tren ‘at least’, jadi kayak bercanda tapi pesannya nyampe,” ujarnya dalam salah satu unggahan yang viral.
Fenomena ini banyak dimainkan oleh pasangan muda dan lingkar pertemanan Gen Z, yang dikenal gemar mengekspresikan emosi melalui humor dan kode-kode tertentu.
Tak sedikit pula video yang berakhir dengan tawa, namun ada juga yang justru memunculkan keheningan, menandakan sindiran tersebut tepat sasaran.
Tren ini mencerminkan gaya komunikasi generasi muda yang semakin kreatif, tetapi juga pasif-agresif. Media sosial dijadikan ruang untuk menyampaikan kritik tanpa harus berhadapan langsung, sehingga konflik dapat diminimalisasi meski pesan tetap tersampaikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
