Kenapa Wajah Orang Indonesia Sulit Glowing? Ini Fakta Mengejutkan dari BKKBN
Ilustrasi: wajah kusam-Freepik.com-
INFORADAR.ID - Selama ini, banyak yang mengira bahwa wajah glowing hanya bisa diperoleh lewat produk skincare mahal atau faktor keturunan.
Namun, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), penyebab utamanya justru datang dari tekanan hidup yang memicu stres kronis.
Sekretaris Utama BKKBN, Budi Setiyono, mengungkapkan bahwa perbedaan mencolok antara penampilan warga negara maju dan negara berkembang bukan semata karena genetik.
“Kenapa orang Eropa, atau warga negara di negara maju lebih banyak warga yang menawan, bersinar? Itu pasti mereka tidak ada kekhawatiran menghadapi gangguan kehidupan,” ujarnya pada awak media.
Menurutnya, masyarakat di negara-negara maju memiliki kehidupan yang lebih stabil dan terpenuhi kebutuhan dasarnya, sehingga wajah mereka pun cenderung tampak segar dan menarik.
BACA JUGA:Drama Final Piala AFF U-23 2025: 5 Fakta Ketegangan Indonesia vs Vietnam
BACA JUGA:Apple Siapkan iPhone Lipat Pertama, Ini 7 Fakta Menariknya
Sementara itu, banyak warga Indonesia masih harus berjibaku memenuhi kebutuhan harian seperti makanan, pendidikan, hingga masa depan, yang semuanya berkontribusi pada meningkatnya hormon kortisol dalam tubuh.
Hormon kortisol, yang keluar saat seseorang mengalami stres, bila terus-menerus aktif dalam jangka panjang, dapat mempengaruhi kondisi kulit.Wajah pun menjadi lebih cepat lelah, kusam, dan kehilangan kilau alaminya. Budi menyebut kondisi ini sudah menjadi "pemandangan umum" di Indonesia.
"Itu yang terjadi. Wajah orang Indonesia sehari-hari dipenuhi dengan kortisol. Kalau kita ingin wajah kita berubah, maka kita harus mengikuti pola penjaminan hidup di atas garis kesejahteraan yang benar-benar terjamin," jelasnya.
Budi Setiyono menjelaskan bahwa perbedaan penampilan warga Korea Selatan dan Korea Utara sangat dipengaruhi oleh tingkat kesejahteraan mereka.
Walaupun memiliki latar belakang budaya dan etnis yang sama, warga Korea Selatan cenderung memiliki wajah yang lebih cerah karena kebutuhan hidup mereka sudah terpenuhi, sementara warga Korea Utara masih menghadapi kesulitan yang berdampak pada penampilan.
Ia juga menyebut kondisi serupa pernah terjadi di Jerman Barat dan Timur sebelum penyatuan. Warga Jerman Barat yang hidup dalam situasi lebih stabil dan aman memiliki penampilan yang lebih segar dibandingkan dengan warga Jerman Timur.
BACA JUGA:Tren Viral 'What My Curse' di Media Sosial, Kok ChatGPT Bisa Tahu?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
