Disway Award

Ini Gejala Anak Psikopat Sejak Usia Balita, Orangtua Harus Waspada

Ini Gejala Anak Psikopat Sejak Usia Balita, Orangtua Harus Waspada

Gejala psikopat-Freepik.com-freepik

INFORADAR.ID - Anak psikopat bukan hanya gambaran karakter menyeramkan dalam film, tapi bisa jadi nyata dan gejalanya muncul sejak usia dua tahun. 

Beberapa perilaku yang tampak sepele, seperti suka berbohong atau tidak merasa bersalah, sebenarnya dapat menjadi sinyal awal dari masalah kepribadian yang serius.

Istilah anak psikopat memang tidak tercantum secara resmi dalam dunia medis, tetapi secara umum digunakan untuk menggambarkan anak yang menunjukkan perilaku manipulatif, tidak peduli terhadap perasaan orang lain, dan minim empati. 

Dalam istilah kejiwaan modern, perilaku ini berkaitan dengan Antisocial Personality Disorder (APD) atau gangguan kepribadian antisosial.

Para orangtua harus waspada dengan gejala anak psikopat, berikut ini penjelasan detailnya.

BACA JUGA:Musik di Tempat Umum Tak Lagi Gratis, Kafe dan Gym Wajib Bayar Royalti

BACA JUGA:Drama Final Piala AFF U-23 2025: 5 Fakta Ketegangan Indonesia vs Vietnam

Anak Psikopat Tidak Selalu Tumbuh Menjadi Pelaku Kejahatan

Tidak semua anak psikopat akan tumbuh menjadi sosok kejam. Beberapa justru menunjukkan kecerdasan tinggi dan mampu menjadi pemimpin bisnis atau pengusaha yang sukses. 

Berdasarkan penelitian, sekitar 3% dari para eksekutif diketahui memiliki ciri kepribadian psikopatik, sedangkan 1% dari populasi umum juga memenuhi kriteria tersebut.

Tanda Anak Psikopat Dapat Dikenali Sejak Usia 2 Tahun

Penelitian dari Universitas Michigan pada tahun 2016 mengungkap bahwa tanda-tanda anak psikopat bisa dikenali sejak mereka masih balita. 

Pada usia 2–4 tahun, perilaku tidak berperasaan dan kurang emosional sudah dapat diamati melalui ciri berikut:

  • Tidak menunjukkan rasa bersalah setelah melakukan kesalahan
  • Tidak berubah meskipun sudah diberikan hukuman
  • Cenderung egois dan tidak mau berbagi
  • Sering berkata bohong
  • Berusaha menyakiti atau memanipulasi orang lain

Para peneliti kemudian menindaklanjuti perkembangan anak-anak tersebut saat mereka berusia 9 tahun, dan menemukan bahwa anak dengan ciri tersebut lebih cenderung mengalami gangguan perilaku jangka panjang yang menyerupai psikopati.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: