Di Film Sore Istri dari Masa, Adhitia Sofyan Hadirkan Sentuhan Musik Istimewa
Adhitia Sofyan Hadirkan Sentuhan Musik Istimewa-nstagran @cerita_film-
INFORADAR.ID - Film Sore Istri dari Masa Depan menarik perhatian bukan hanya dari cerita dan akting para pemainnya, tapi juga dari penggunaan musik yang memiliki peran signifikan dalam memperkuat suasana.
Musisi Adhitia Sofyan memberikan kontribusi yang unik melalui lagu-lagunya yang tak sekadar menjadi latar, melainkan berfungsi seperti “aktor pendukung” yang menyampaikan emosi film.
Dalam sebuah konferensi pers Sore Istri dari Masa Depan di Menteng, Jakarta Pusat, Adhitia menceritakan bagaimana pengalaman berkarya untuk film ini terasa berbeda dari proyek yang pernah ia jalani sebelumnya.
"Enggak sekadar cuma dilem kayak ada adegan terus di belakang soundtrack main begitu. Aku pikir semuanya (lagu dalam film) akan begitu, tapi ini setelah aku menonton ini, musikku tuh main ke depan,” tuturnya.
Menurut Adhitia, lagu-lagunya dalam Sore Istri dari Masa Depan tidak hanya dipasang sebagai pelengkap, tetapi benar-benar menyatu dengan cerita dan membantu membangun mood pada tiap adegan.
BACA JUGA:Waspadai Penipuan Google Maps: Taktik Terbaru dan Tips Mencegahnya
BACA JUGA:QRIS Tap dan QRIS Kode QR: Kenali Bedanya Sebelum Bertransaksi
"Ini pertama kali, musik ikut berperan sebagai kurang lebih aktor pendukung ya,” yang menunjukkan betapa pentingnya peran musik dalam film tersebut," tambah adhitia.
Adhitia menjelaskan proses pembuatan musiknya melibatkan komunikasi yang intens dengan sutradara Yandy Laurens.
Setiap detail lagu, mulai dari lirik hingga pemisahan bagian vokal dan instrumen, disesuaikan untuk mendukung adegan secara maksimal. Adhitia menyatakan jika musik jadi sangat berperan sekali di dalamnya.
Pengalaman ini sangat berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya, dimana lagu-lagunya hanya dipakai secara sederhana tanpa integrasi mendalam.
“Lagunya dipakai gitu ya udah,” jelas Adhitia mengenai proyek terdahulu.
Dalam Sore Istri dari Masa Depan, lagu-lagu Adhitia seperti “Forget Jakarta” dan “Gaze” bukan hanya menjadi latar suara biasa, melainkan berfungsi sebagai perpanjangan suara hati para tokoh.
BACA JUGA:Ini Alasan Lagu Mangu Fourtwnty Kembali Mendadak Naik Daun Hingga Kini
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
