Disway Award

Makna Mendalam Lagu “Mau Tak Mau” dari Tsaqib: Tentang Ketulusan, Luka, dan Harapan Cinta

Makna Mendalam Lagu “Mau Tak Mau” dari Tsaqib: Tentang Ketulusan, Luka, dan Harapan Cinta

-Instagram @tsaqqib-

INFORADAR.ID – Lagu terbaru bertajuk Mau Tak Mau yang dibawakan oleh Tsaqib, berhasil mencuri perhatian para pendengar sejak pertama kali dirilis pada 16 April 2025. 

Lagu ini menjadi perbincangan hangat di berbagai platform musik dan media sosial karena liriknya yang menyentuh dan penuh makna.

Bukan sekadar lagu cinta biasa, Mau Tak Mau menyuguhkan refleksi emosional yang dalam tentang perjalanan cinta, pengorbanan, dan keikhlasan. 

Banyak yang merasa terhubung secara emosional dengan lirik lagu ini, terutama bagi mereka yang pernah berada di posisi mencintai tanpa merasa dihargai.

Tsaqib, yang juga merupakan penulis lagu ini, dengan piawai menuangkan rasa sakit dalam sebuah relasi yang timpang. Ia menggambarkan sosok yang selalu mengalah demi mempertahankan hubungannya, meski harus menekan perasaannya sendiri. 

Ketulusan yang ditampilkan dalam lagu ini begitu nyata, hingga menyentuh hati banyak pendengarnya.

Makna utama dalam lagu Mau Tak Mau adalah tentang realita cinta yang tidak selalu membahagiakan. Tsaqib ingin menyampaikan bahwa cinta yang tulus seringkali justru menyakitkan ketika tidak dibalas dengan perlakuan yang setimpal. 

Namun, di balik semua rasa sakit itu, terselip harapan-harapan bahwa akan datang saatnya seseorang mendapatkan cinta yang pantas dan membahagiakan.

Pada bagian lirik seperti “Nanti kan ada masanya, ku kan dirayakan sebegitu hebatnya. Tapi bukan di kisah ini.” menunjukkan bentuk penerimaan bahwa mungkin cinta sejati tidak ditemukan di hubungan saat ini, tetapi akan datang di waktu yang tepat. 

Ini merupakan pengingat bahwa tidak semua kisah cinta berakhir indah, namun semua luka adalah bagian dari proses untuk menemukan kebahagiaan yang sesungguhnya.

Salah satu bagian paling menarik dalam lagu ini adalah penggunaan metafora lempar dadu dengan lirik “Mau tak mau harus lempar dadu, ku tak tahu satu atau enam yang menghadapku” menggambarkan bahwa dalam cinta, tidak ada kepastian. Kita hanya bisa mencoba, meskipun hasilnya bisa saja menyakitkan.

Simbol dadu itu sendiri mewakili keberanian untuk mengambil risiko dan tetap melangkah meski tak tahu akan berakhir bahagia atau terluka. Lirik ini memberi kekuatan bagi mereka yang sedang ragu untuk memulai atau mempertahankan hubungan yang penuh tantangan.

Meski lagu ini dipenuhi dengan rasa frustasi dan kelelahan emosional, Mau Tak Mau juga tidak kehilangan harapan. Di bagian akhir lagu, ada secercah optimisme ketika Tsaqib menyanyikan, “Semogalah di kisah ini, berharap masih bisa kita benahi”.

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa meski luka telah terjadi, selalu ada kemungkinan untuk memperbaiki, untuk mencoba lagi, atau bahkan memulai kisah yang baru dengan hati yang lebih kuat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: